Mohon tunggu...
o n e t  b u r t o n®
o n e t b u r t o n® Mohon Tunggu... Wiraswasta - o l e h

Tukang Ojek. Tinggal di Denpasar Bali

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Remuknya Keberanian dalam Gelap

15 Januari 2020   18:33 Diperbarui: 15 Januari 2020   20:29 276
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi:pixabay.com

Anas belum menyahut. Hardikan itu serasa menerjang hulu hatinya. 

"Anu pak..saya..pak..," suara gemetar keluar dari mulut Anas yang kering. Jantungnya mulai memompa kencang. 

"Anu Apa?.. Turun!!" pekik geram terdengar menyambar.

Anas segera turun dari sepeda. Keberaniannya seperti lenyap di kegelapan. Dia menunduk. Telapak tangan berkeringat. Sesekali mencoba mencuri lirik wajah lelaki itu. Gelap. Hanya uraian rambut yang terterpa cahaya bulan. Sosok itu terasa lebih tinggi.

"Dia bukan lawanku. Orang yang besar..," pikirannya menyerah kalah. 

"Naik lagi!!" bentak lelaki itu.

Anas segera naik. Duduk di sadel.

"Jalan!!" bentakan berlanjut. 

Anas mengayuh perlahan. Baru dua kayuhan, 

"Brennntii...!! Turuun Kau!!"

Anas turun. Dengkulnya mulai gemetar. Lelaki itu mendekat. Sepintas lelaki itu mengenakan jaket bergambar tengkorak bordiran. Tertimpa cahaya bulan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun