Mohon tunggu...
Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Ketimbang Somasi, Perusahaan Minuman Teh Mending Lakukan Ini untuk Menanggapi Komplain Pembeli

26 September 2022   11:36 Diperbarui: 27 September 2022   19:08 1391
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar dari akun twitter @txtfrombrand

"Apakah twit itu mempengaruhi penjualan produk?"

Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Saya berusaha netral dan "berkaca" kepada orang-orang di sekitar saya. Sejak dulu saya memang tidak suka makanan dan minuman manis. 

Jangankan produk minuman yang dijual oleh perusahaan itu, minuman botolan yang dijual oleh minimarket saja jarang beli. Jikapun minum minuman manis, paling banter kalau beli bakso saya pesan es teh atau es jeruk. Itu pun dengan pesan, "gulanya secuil aja."

Nah, orang-orang di sekeliling saya kebanyakan suka makanan dan minuman manis. Nah orang-orang kayak gini sih, tentu saja gak pengaruh dengan twit itu. Sebab, semakin manis malah semakin suka.

Dibandingkan memberi somasi, saya pikir perusahaan minuman itu dapat membalas twit tersebut dengan lebih elegan dan bijak. Bagaimanapun, orang tersebut adalah konsumen mereka yang sudah mengeluarkan uang dengan membeli produk mereka.

Sebagaimana yang disampaikan oleh para netizen ini, bahwa ada perusahaan-perusahaan yang sering mendapatkan komplain di sosmed namun selalu menanggapi dengan baik. Nah, kenapa perusahaan minuman ini tidak memakai cara yang sama?

Sumber gambar dari twitter.com
Sumber gambar dari twitter.com

Dengan membuat twit seperti, "Terima kasih sudah membeli produk kami. Masukan yang bapak berikan sangat berarti bagi dan akan kami jadikan bahan evaluasi ke depan."

Jika masih dirasa kurang, perusahaan dapat pula membuat twit lainnya berupa, "Kami terbuka dengan segala kritikan dan masukkan yang disampaikan dengan baik. Kritik dan saran dapat disampaikan di sini." Sambil perusahaan ini memberikan nomor kontak mereka. Bisa lewat no.WA, form keluhan di situs mereka atau juga alamat email.

Secara tidak langsung perusahaan sudah ngasih tahu: bisa loh kalau mau kritik itu dilakukan dengan cara yang baik. Bisa juga keluhannya disampaikan lewat jalur pribadi ke WA, form atau email sehingga lebih tepat sasaran dan keluhan dapat tersampaikan ke manajemen.

Namun, cara ini harus didukung juga dengan respon yang cepat. Idealnya sih menurut saya, keluhan lewat WA, form, DM di sosmed atau email itu harus ditanggapi maksimal 1x24 jam!

Jadikan Kesempatan untuk Promosi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun