Mohon tunggu...
Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Mohon Tunggu... Penulis

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @Omnduut

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Hal yang Harus Diperhatikan Jika Pelesiran di Bulan Ramadan

16 Mei 2019   15:46 Diperbarui: 16 Mei 2019   16:15 0 3 1 Mohon Tunggu...
Hal yang Harus Diperhatikan Jika Pelesiran di Bulan Ramadan
Sumber kompas.com

Berpuasa seharusnya tidak menghalangi seseorang untuk melakukan bepergian walaupun di Alquran jelas dikatakan bahwa orang yang melakukan perjalanan tidak diwajibkan untuk berpuasa walaupun nantinya harus berpuasa lagi/diganti di hari yang lain sebagaimana yang tertulis dalam Surat Albaqarah ayat 185, "dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu iaberbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain."

Sebagai tukang jalan-jalan, saya pribadi menghindari bepergian saat Ramadan. Pertama, tentu karena berpuasa di rumah bersama keluarga. Kedua, alih-alih menikmati perjalanan, saya khawatir pelesiran saat Ramadan malah jadi kurang terasa nikmat. Mau jalan ke 5 tempat, tapi karena lelah dan cuaca gak bagus, malah jadinya hanya bisa datang ke satu atau dua tempat saja.

Tapi, sebagian teman-teman saya malah sengaja jalan saat Ramadan. Terutama lagi ke luar negeri. Alasannya? Mayoritas sih menjawab, "ingin merasakan seru dan nikmatnya puasa di negeri orang." Apalagi jika negara yang didatangi muslim masih jadi minoritas ya. Pasti jadinya beda banget. Tentang hal ini, saya juga penasaran, sih, walaupun ntah kapan dapat teralisasi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika mau traveling saat Ramadan. Apa saja? Ini dia.

Ketahui Jadwal Puasa di Tempat Tujuan

Jika pelesirannya domestik sih nggak masalah ya. Walaupun melakukan perjalanan dengan perbedaan waktu (dari WIB ke WIT misalnya), tapi nggak jauh berbeda. Nah, jika melakukan perjalanan melintasi benua, soal lamanya waktu berpuasa ini harus diperhatikan.

Sumber harakahislamiyah.com
Sumber harakahislamiyah.com
Di Indonesia, rata-rata kita berpuasa selama 13 jam. Namun, jika melakukan perjalanan ke Eropa, waktu puasanya lebih lama. Bisa 18 sd 20 jam! Apalagi jika musim panas di mana matahari tenggelam lebih lama dan terbit lebih cepat. Makanya, sebelum menentukan destinasi perjalanan, hal semacam ini harus diperhatikan walau ada sebagian pelancong yang menyesuaikan waktu puasanya dengan waktu di Saudi Arabia dengan bebermacam pertimbangan dan pandangan. Soal benar tidaknya, wallahu alam.

Kenali Kondisi Tubuh dan Sesuaikan dengan Rencana Perjalanan

"Mumpung di Jepang nih, aku mau ke A, B sd Z!"

Target mau datangin banyak destinasi saat pelesiran? Boleh saja. Tapi harus tetap realistis. Di kondisi normal saat nggak berpuasa saja kita itinerary yang dibuat dapat meleset. Apalagi saat berpuasa di mana kondisi tubuh tentu tak seprima saat tak berpuasa. Minimal banget kalau banyak jalan, ya butuh lebih banyak asupan air ya kan?

Jaga asupan air selama Ramadan dengan cara pengaturan yang tepat saat sahur dan berbuka. Sumber kompas.com
Jaga asupan air selama Ramadan dengan cara pengaturan yang tepat saat sahur dan berbuka. Sumber kompas.com
Belum lagi kalau pelesirannya di musim panas dan melakukan kegiatan fisik seperti mendaki. Jadi, ketimbang membahayakan, lebih baik diatur ulang rencana perjalanan tersebut. Nah, untuk menunjang fisik, harus ditopang oleh asupan yang baik. Kadang kalau malas (apalagi tempatnya asing) makan jadi sembarangan. Dan bila perlu ditambah dengan asupan vitamin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2