Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah wiraswasta

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. Http://omnduut.com | IG : @Omnduut

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Menangkal Dinginnya Salju di Kashmir dengan Tolak Angin

10 Agustus 2018   15:44 Diperbarui: 10 Agustus 2018   15:53 781 7 6
Menangkal Dinginnya Salju di Kashmir dengan Tolak Angin
Suasana Gulmarg yang ada di Kashmir. Foto dari omnduut.com

"Yakin bawa 2 kotak? Nggak kebanyakan?" Tanya ibu saat melihat saya packing dan memasukkan 2 kotak Tolak Angin ke dalam ransel kesayangan untuk perjalanan ke India beberapa tahun lalu.

"Ini aja kayaknya kurang. Nanti paling beli lagi sebelum berangkat ke bandara," jawab saya sekenanya. "Maklum, nanti bakalan main ke Kashmir juga, bu. Di sana dingin. Bersalju soalnya."

"Hah, India ada salju?" Tanya ibu heran seakan tak percaya. Saya yang melihatnya hanya nyengir hehe. Jujur saja, saya sendiri awalnya nggak tahu juga bahwa di utara India sana, tepatnya di provinsi Jammu & Kashmir, sebagian besar kawasannya diselimuti salju.

Pikir saya dulu, jika ingin mainĀ salju, paling memungkinkan ya ke Jepang atau Korea. Tapi kan tiket dan biaya hidupnya mahal.

Beruntung, dari sebuah buku perjalanan, akhirnya saya tahu bahwa di India pun sebagian wilayahnya diselumuti salju. Bonusnya lagi, biaya hidup di India itu murah! Makanya, begitu saya memperoleh tiket promo ke sana, saya langsung cus pamit dan memulai petualangan di negeri Hindustani itu.

Mabuk di Kereta India

Dari semua moda transportasi, saya pikir, naik kereta itu yang paling nyaman dan menyenangkan. Secara ya, jalurnya lurus gitu doang. Nggak kayak naik pesawat yang bisa kena turbulensi, kapal laut yang bisa digoyang ombak atau naik mobil yang jika jalannya gak bagus atau berkelok bisa bikin teler.

Beginilah keadaan saya saat naik kereta di India. Foto dari omnduut.com
Beginilah keadaan saya saat naik kereta di India. Foto dari omnduut.com
Eh ternyata, saya kena mabuk darat juga saat menaiki kereta api di India. Apa pasal? Ialah durasi perjalanan yang luar biasa panjang. Bayangkan saja, dari stasiun Howrah di Kolkata, saya harus melakukan perjalanan selama 30 jam untuk mencapai kota Agra demi melihat Taj Mahal! Ironisnya lagi, ntah karena keretanya sudah tua, saya baru tiba di Stasiun Agra Cant setelah menempuh perjalanan selama 33 jam.

Alhasil, kondisi itu berpengaruh juga terhadap daya tubuh. Apalagi, selama di perjalanan, saya jarang bertemu nasi. Paling banyak sih pedagang samosa --pastel ala India yang berisi kentang tumbuk, yang berkeliaran menjajakan dagangannya di dalam kereta. Jelas sudah, perut saya kosong dan saya masuk angin.

Samosa! rasanya enak, tapi nasi padang lebih enak hehe. Foto milik pribadi.
Samosa! rasanya enak, tapi nasi padang lebih enak hehe. Foto milik pribadi.
Nah, jika sudah begini, bekal Tolak Angin saya sangat menolong. Segera, begitu tubuh saya terasa nggak enak, sebuah Tolak Angin langsung saya konsumsi. Dan, seperti biasa, obat masuk angin yang sudah mendapat sertifikat obat herbal berstandar ini dapat segera memulihkan kondisi tubuh saya.

Secara ya, Tolak Angin terbuat dari bahan herbal seperti Jahe, Adas, Kayu Ules, Daun Cengkeh, Daun Mint dan Madu dimana resep ini sudah diformulakan sejak tahun 1930 dan dibuat di pabrik Sidomuncul berstandar farmasi dengan quality control yang ketat sehingga tak heran jika produk dan khasiatnya terus jadi pilihan masyarakat Indonesia seperti saya ini.

Demi bisa foto kayak gini, rela naik kereta 33 jam! Foto milik pribadi
Demi bisa foto kayak gini, rela naik kereta 33 jam! Foto milik pribadi
Salju oh Salju

Sebagai penduduk negara tropis, wajar jika saya penasaran gimana rasanya hidup di kawasan bersalju. "Pingin deh kelilipan salju," batin saya dulu, hehehe maklum di Palembang paling sering kelilipan debu atau air hujan.

Kenangan masa kecil saja pun mencuat, "bisa langsung dicampur limun gak sih salju itu?" hahaha.

Dan, setelah berkelana selama 2 minggu di kawasan Uttar Pradesh, India, dan melewati begitu banyak tempat di beberapa provinsi, tibalah saat yang saya tunggu-tunggu : Kashmir!

Gondola menuju puncak Gulmarg. Foto dari omnduut.com
Gondola menuju puncak Gulmarg. Foto dari omnduut.com
Namun, ya, namanya juga mau mengunjungi "secuil surga" di dunia, ya. Perjalanan darat menuju Kashmir luar biasa berat. Berat karena saya traveler berbudget pas-pasan haha. Kalau mau lebih mudah dan cepat, ya dari New Delhi bisa naik pesawat sih.

Tapi ya harganya mahal dan karena saya punya waktu banyak (dan uang yang sedikit hehe) saya memilih jalur darat yang berarti saya harus naik kereta dulu menuju kota Jammu (ibukota musim panas Provinsi Jammu & Kashmir) lalu sambung naik mobil selama 12 jam menuju kota Srinagar (ibukota musim dingin provinsi Jammu & Kashmir).

Di Srinagar inilah, titik pertemuan saya dengan salju kian dekat.

Belajar dari pengalaman dari Kolkata ke Agra, di Kashmir, setiap memulai perjalanan, saya selalu mengkonsumsi Tolak Angin. Ya, Tolak Angin kan bukan untuk mengatasi masuk angin saja.

Tapi juga dapat mencegah dan meningkatkan daya tubuh. Jadi, gejala masuk angin seperti pusing, meriang, perut mual dan kembung dapat teratasi. Idealnya sih minum 2 sachet sehari. Tapi, kalau lagi perjalanan gini dan stok yang dibawa gak banyak-banyak banget, saya harus berhemat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2