Hijau

Review Komunikasi Lingkungan Pada Budaya Priangan

14 September 2017   15:57 Diperbarui: 14 September 2017   16:02 389 0 0

Komunikasi Lingkungan pada Budaya Priangan "Nyacar Lembur"

Hallo sobat-sobat pembaca, saya Aloysius pada artikel ini saya akan mereview sedikit penelitian tentang komunikasi lingkungan pada budaya priangan "Nyacar Lembur". Penelitian ini dilakukan oleh Aat Ruchiat Nugraha dan Iriana Bakti. Sedikitnya penelitian ini menyinggung tentang berita tentang pelestarian budaya dan nantinya dari review ini akan ada kaitannya dengan komunikasi lingkungan. 

Dengan adanya penelitian ini, dapat dilihat bahwa pagelaran budaya merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam rangka melestarikan budaya serta didalamnya dimasukkan isu-isu tentang pelestarian lingkungan. Nyacar Lembur sendiri adalah suatu ekspresi kelompok masyarakat Sunda yang masih memegang teguh pada adat istiadat leluhurnya dalam melestarikan lingkungan yang disampaikan melalui media komunikasi tradisional berupa pagelaran seni teater dan seni tari yang diselenggarakan di air terjun Batu Templek Kampung Lebak Cisanggarung Desa Cikadut Kabupaten Bandung. 

Dari penelitian yang telah dilakukan para peneliti ternyata didapatkan bahwa, pemberitaan tentang budaya lokal menjadi sangat penting, unik, dan inspiratif bagi pembacanya. Selain bagi pembaca ternyata pengenalan budaya juga bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah terutama besar kaitannya dengan adanya suatu isu tertentu. Sehingga pemerintah juga terbantu sadar akan isu-isu yang muncul di kalangan publik dari pesan-pesan yang tersampaikan lewat pagelaran budaya tersebut.

Berangkat dari kurangnya informasi yang didapatkan oleh generasi muda mengenai nilai-nilai kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan, maka agar nilai-nilai kearifan lokal tetap tersampaikan dengan mudah pada generasi muda dibutuhkan suatu media komunikasi yang dapat menjangkau seluruh aspek masyarakat seperti contohnya pemberitaan. Dan pemberitaan tentang rusaknya lingkungan alam seperti munculnya berita tentang melelehnya gletser es di kutub utara dan selatan bumi yang dinilai masih kurang memberikan generasi muda tentang nilai-nilai kearifan lokal. Padahal generasi muda adalah hal penting tentang kehidupan lingkungan yang akan datang dibumi akan menjadi seperti apa, dan oleh kerena itu kontribusi komunikasi menjadi hal yang penting untuk memunculkan isu-isu, maupun solusi dan inovasi yang ditawarkan kepada publik agar dapat muncul ke permukaan sehingga diketahui oleh masyarakat. 

Dalam konteks persoalan lingkungan, seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat dan berperan langsung terhadap solusi kerusakan lingkungan melalui tulisan-tulisan yang dapat dipublikasikan melalui media massa. Sejalan dengan kehidupan yang terkelilingi oleh banyak isu atau infomasi yang terkadang masih bias atau belum sesuai fakta , maka peneliti memiliki cara bagaimana untuk melihat keberadaan isu yang diberitakan oleh media massa. Cara melihat situasi tersebut peneliti menggunakan teori Agenda Setting Theory yang berasumsi bahwa media mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi persepsi khalayak mengenai sebuah isu yang dianggap penting oleh khalayak. Di dalam teori ini ada tiga agenda didalamnya yaitu agenda media, agenda publik, dan agenda pemerintah/kebijakan. 

Media menjadi mediator antara publik dan pemerintah. Dalam pandangan paradigma positivistik, surat kabar diantaranya berfungsi memainkan peran survelince, yakni berupa pengawasan terhadap lingkungannya. Lingkungan itu berkaitan dengan masalah ideologi, politik, ekonomi, hukum atau budaya (Wright, 1998). Wujud dari pengawasan yang dilakukan oleh industri media adalah berupa pemberitaan (Mc Comb dan Shaw dalam Griffin, 2003).

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, semakin banyak tindakan eksploitasi alam yang dilakukan oleh manusia demi memenuhi kebutuhan yang semakin hari semakin banyak. Dan kondisi alam yang tersedia sifatnya tidak tak terbatas, artinya suatu saat ketika hal tersebut selalu diambil dan dieksploitasi maka tentu akan habis pula. Oleh karena itu dewasa ini diperlukan mental yang sangat paham akan pentingnya menjaga kondisi lingkungan sekitar kehidupan manusia. 

Pagelaran budaya Nyacar lembur yang berupa Seni Drama Tari akan menjadi lebih efektif lagi apabila dikemas dalam sebuah informasi dalam bentuk berita sebagai media publikasi dan bahkan sarana kampanye pelestarian lingkungan. Melalui pemberitaan di media massa maka khalayak akan mendapatkan penjelasan mengenai upaya pelestarian lingkungan yang dikaitkan dengan budaya karena dapat membaca tulisan informasi, gambar bahkan videonya secara empiris dan dapat diulang kembali apabila membutuhkannya kembali. 

Dari cara yang efektif tersebut diharapkan isu tersebut bukan hanya bisa diketahui secara deskripsi saja namun juga dapat merasakan visualisasi langsung dari rangkaian pegelaran tersebut. Akibat tidak mudahnya cara pengemasan yang efektif dalam penyampaian isu di zaman sekarang ini membuat peneliti menjadi tertantang untuk mengetahui fungsi budaya berbasiskan kearifan lokal dapat menjaga kelestarian linkungan.

Sebagaimana yang telah dipelajari dari komunikasi lingkungan, bahwa sumber daya yang dibutuhkan oleh manusia tidaklah mudah didapatkan serta memiliki keterbatasan jumlah. Sehingga dengan banyaknya isu yang melayang-layang di sekitar publik diharapkan kita dapat memahami sebenarnya bahwa lingkungan juga perlu diperhatikan, bukan hanya memahami tentang kebutuhan manusia yang secara terus menerus akan semakin banyak dibutuhkan.

Heriyanto, Retno.(09/05/2017)."Nyacar Lembur" Menjaga Tanah, Air, dan Udara".

Harian Umum Pikiran Rakyat. Bandung.