Mohon tunggu...
Oky Yudi firmansyah
Oky Yudi firmansyah Mohon Tunggu... Penulis - KOPI HITAM

BERSAYAP MENEMBUS AWAN JINGGA

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Angkat Tema Waliraja-Rajawali, Komunitas Bangbangwetan Hadirkan Cak Nun dan Teater Perdikan di Tugu Pahlawan

24 September 2022   04:27 Diperbarui: 24 September 2022   05:00 67 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto : WALIRAJA -- RAJAWALI" Emha (Mbah Nun) bersama Teater Perdikan & Gamelan KiaiKanjeng 

SURABAYA - Naskah anyar; "WALIRAJA -- RAJAWALI" dipentaskan Emha (Mbah Nun) bersama Teater Perdikan serta Gamelan KiaiKanjeng di area Tugu Pahlawan Surabaya  pada Jum'at 23 September 2022, malam secara kolosal dan terbuka.

Sepertinya Mbah Nun mau mengajak pemirsa nanbudiman untuk kembali melakukan refleksi diri juga batin kita melalui naskah ini. Sebagai Budhayawan ia pun menjlentrehkan" bahwasanya bangsa kita yang dahulunya tersohor sebagai Bangsa Nusantara adalah sebuah Bangsa yang tidak kalah peradabannya dari bangsa-bangsa lain di jagad dunia 

Foto : Mbah Nun bareng Seno Bagaskoro dimalam Gladi resik area Tugu Pahlawan Surabaya 
Foto : Mbah Nun bareng Seno Bagaskoro dimalam Gladi resik area Tugu Pahlawan Surabaya 

Ia menyampaikan, 2024 Bangsa ini akan kembali menggelar hajat besar (Pemilu) Pesta Demokrasi yang biasa sering diucap sebagai Pesta Politik 5 tahunan. Namun yang perlu kita ingat bersama. Bangsa ini memiliki lambang Garuda yang menjadi  kebanggaan.Jadi Bangsa Garuda ini semestinya memiliki mental baja sebagai Bangsa yang kokoh. Bukan hanya secara komunal rakyatnya, namun  secara martabat Negaranya juga. pesanya.

Menurutnya, jika memang Bangsa ini perlu adanya sosok seorang Wali sekaligus yang mampu berperan sebagai Raja. Wali yang Raja dan Raja yang Wali. Jadi bukan saja sekadar seorang Wali yang mengayomi, dan bukan saja seorang Raja yang hanya berkuasa.Tetapi, pengejawantahan WaliRaja sebagai sosok pemimpin  sejati, yang berkuasa serta tidak serakah, mampu mengayomi, rakyat dan menyayangi, sehingga sebagai Bangsa akan mampu menjadi Bangsa RajaWali. Bangsa yang Raja namun Wali juga. bebernya 

Melansir laman caknun.com, bagi Emha, teater bukanlah sebuah industri. Teater adalah salah satu media untuk menyampaikan pesan, merespons zaman, menyikapi situasi. Sebagai tetenger sedang terjadi apa, dan apa yang akan terjadi. Teater bukan sekadar pemberi kabar, bukan juga hanya soal pertunjukan. 

Seluruhnya naskah teater yang ditulis Emha itu bukan hanya dalam rangka pementasan yang bersifat komersil. Namun lebih dari itu, Emha menangkap zaman, mengungkapkan pesan melalui karya-karya teater yang olehnya ditulis sendiri naskahnya .

Lautan Jilbab terlihat tampak fenomenal dalam malam pentas di Tugu Pahlawan Surabaya itu. Didepan mata ribuan penonton menyaksikan gelaran pentas tersebut. Emha sendiri dikabarkan melibatkan ratusan pemain teater dalam pagelaran tersebut.

Bukan hanya itu saja, bersama sejumlah sahabat muda Surabaya (Seno Bagaskoro) Emha turun langsung dalam gladi resik malam sebelumnya. Sembari menemani sejumlah tokoh muda Surabaya".lantas Emha bercerita atas karya-karya teater yang dipentaskannya pada masa kekuasaan Orde Baru lalu dimana banyak dicekal dan dilarang tampil di beberapa daerah di Indonesia namun Emha sama sekali tak bergeming.

Selain Waliraja Rajawali, termasuk Tikungan Iblis dan juga Nabi Darurat Rasul AdHoc pun muncul sebagai kritik sosial yang turut dihadirkan oleh Emha melalui pementasan karya teaternya dalam menyikapi zaman yang semakin semrawut. Mangkane ta rek -arek ayo obah podo sinau bareng.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan