Mohon tunggu...
Okto Klau
Okto Klau Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Menulis adalah mengabadikan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Bersyukurnya Bangsa Kita Memiliki Seorang Rocky Gerung

1 Juli 2022   08:39 Diperbarui: 1 Juli 2022   12:11 490 25 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kolose foto Rocky Gerung dan Presiden Jokowi. Foto: diolah dari Google via poskota.com

Di tengah riuhnya puja puji dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap nyali dan keberanian Presiden Jokowi membawa misi damai ke Ukraina dan Rusia, ada satu orang yang rupanya keberatan terhadap semua itu. Dia adalah pengeritik abadi Pak Jokowi, Rocky Gerung.

Menarik bahwa Bang RG, sejak kehadirannya di panggung politik tak sekalipun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah. Kerena menurutnya, semua keberhasilan yang sudah dicapai pemerintah memang sudah seharusnya dilakukan.

Barangkali menurut RG, pemerintah harus terus diberi kritik agar tidak pernah "melonggarkan ikat pinggangnya" dalam usaha untuk menyejahterakan dan memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya kepada rakyatnya.

Dan Indonesia bersyukur memiliki orang seperti ini. Seorang yang selalu berpikir out of the box. Saat orang lain berpikir A, dia sebaliknya berpikir tentang bukan A. Saat orang lain berpikir tentang keberhasilan, dia berpikir tentang kemungkina-kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Mengikuti perbincangan dan arah berpikir RG memang mengasikan. Kita akan disodorkan berbagai antitesis dari semua hal yang kita anggap wajar dan sudah seharusnya.

Bagi seorang RG, semua kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai pemerintah saat ini bukanlah prestasi. Toh, pemerintah melakukan kewajibannya.

Presiden Jokowi pun sudah seharusnya menyampaikan terima kasih kepada Bang RG. Analisisnya tajam dan memang konsisten sejak pertama kali tampil di depan publik. Konsistensinya sebagai pengeritik Pak Jokowi memang pantas diajungi jempol.

Mengapa Pak Jokowi harus berterima kasih kepada RG? Ya, dia adalah pengeritik abadi Presiden Jokowi. RG ibaratnya cermin bagi Jokowi. Bila ingin melihat sisi yang negatif dari pemerintah, bercerminlah pada RG. Begitulah kira-kira manfaat dari seorang RG.

Bayangkan saja, di tengah puja puji dunia terhadap Jokowi, RG tetap mempunyai celah untuk berpikir sebaliknya. Ia menganggap Presiden Jokowi belum mempunyai kapasitas menjadi diplomat ulung. Menurut Bang RG, kapasitas diplomasi presiden Jokowi sangat rendah.

RG menganggap misi perdamaian yang dibawa Presiden akan sia-sia sebab Indonesia tidak mempunyai cukup legitimasi untuk menjadi penengah antara Ukraina dan Rusia. Dan lebih agak sarkastik, RG mengatakan bahwa Presiden Jokowi memang tak dianggap di luar negeri.

Bagi RG, kalau hanya sekedar untuk ketokohan maka presiden cukup mengutus JK atau SBY yang katanya sudah sangat berpengalaman dalam hal berdiplomasi dan sudah terbukti ketokohannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan