Mohon tunggu...
Octavia NurWulandari
Octavia NurWulandari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Kimia Universitas Diponegoro

S1-Kimia Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa KKN Undip Mengajarkan Pemanfaatan Bahan Alam Serta Barang Bekas untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat

27 Juli 2021   23:16 Diperbarui: 27 Juli 2021   23:41 902
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pengenalan Awal Serta Edukasi Singkat Terkait Sabun Kertas (Dokpri)

"Pelatihan ini sangat memotivasi bagi kami dan masyrakat desa Bakaran Wetan, karena kita jadi tahu pengolahan dari barang-barang bekas seperti sabun kertas ini yang punya manfaat untuk pencegahan virus Covd-19, apalagi ini metodenya sangat mudah sekali mbak", ucap Ketua PKK setempat.

Octavia berharap dengan adanya pelatihan pembuatan sabun kertas ini, masyarakat Desa Bakaran Wetan dapat menyadari dan termotivasi untuk selalu menjaga protokol kesehatan khusunya yaitu selalu mencuci tangan. Dengan adanya modifikasi penggunaan sabun ini, mereka akan lebih mudah dan praktis dalam mencuci tangan di kala pandemi Covid-19 seperti ini serta mengurangi penggunaan handsanitizer secara berlebih yang dapat mengurangi kelembapan kulit tangan.

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBAHAN DASAR BAWANG PUTIH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBASMI HAMA TANAMAN SERTA SERANGGA DI LINGKUNGAN RUMAH

Pestisida Bawang Putih Produksi Mahasiswa KKN UNDIP (Dokpri)
Pestisida Bawang Putih Produksi Mahasiswa KKN UNDIP (Dokpri)
Program ini dibuat dengan dasar sebagai salah satu upaya untuk mencapai salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Salah satu tujuan tersebut adalah tujuan ke-15 yaitu Ekosistem Daratan. Program ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berisiko merusak lingkungan sekitar dan lebih memilih menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan serta untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman.

Program "Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Bawang Putih Sebagai Upaya Pencegahan dan Pembasmi Hama Tanaman Serta Serangga di Lingkungan Rumah" ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Bakaran Wetan yang dilakukan secara langsung (offline) bertempat di balai desa Bakaran Wetan. Pelaksanaan program ini yaitu pada hari Jumat, 16 Mei 2021 pukul 13.00-15.00 WIB. Walaupun kegiatan pelatihan ini dilakukan secara offline tetapi Octavia dan seluruh peserta tidak lupa untuk menaati protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, menggunakan  masker, dan menjaga jarak secara ketat.

Proses Pelatihan Pembuatan Pestisida Bawang Putih Secara Langsung (Dokpri)
Proses Pelatihan Pembuatan Pestisida Bawang Putih Secara Langsung (Dokpri)

Octavia mengajarkan serta mengedukasi ibu-ibu PKK Desa Bakaran Wetan tentang apa itu pestisida nabati serta manfaat dan kandungan yang ada di dalam bawang putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Materi yang diberikan berupa poster serta label yang nantinya akan dipasangkan pada produk pestisida yang sudah jadi. Dalam pelatihan ini, Octavia mengenalkan alat dan bahan yang digunakan serta cara/langkah pembuatan pestisida nabati berbahan dasar bawang putih. Alat dan bahan yang digunakan sendiri antara lain yaitu bawang putih, minyak sayur, sabun cair, air baskom, gelas ukur 50 ml dan 500 ml, mangkok kecil, blender/cobek, pisau, alat saring, dan botol spray.

Poster Tentang Pestisida Bawang Putih (Dokpri)
Poster Tentang Pestisida Bawang Putih (Dokpri)
Label Produk Pestisida Yang Sudah Dibuat (Dokpri)
Label Produk Pestisida Yang Sudah Dibuat (Dokpri)

Metode pembuatan pestisida bawang putih ini sangat sederhana sekali dan dapat dilakukan di rumah serta diikuti oleh semua kalangan masyarakat. Mulai dari penghalusan bawang putih dengan minyak sayur, pendiaman ekstrak bawang putih selama 24 jam, pencampuran ekstrak bawang putih dengan sabun dan air, pengadukan, penyaringan, dan yang terakhir pengemasan dan pelabelan. Bawang putih sendiri mempunyai bioaktivitas antibakteri yang dapat membunuh bakteri atau mikroorganisme yang ada di lingkungan. Kandungan senyawa Allicin pada bawang putih yang sudah dipotong terlebih dahulu akan diubah oleh enzim annilase menjadi senyawa Allin yang mengahsilkan bau khas bawang putih yang memberikan efek toksik bagi hama, serangga ataupun mikroorganisme lainnya. Untuk mengetahui proses atau tutorial pembuatan pestisida bawang putih, mari kita simak video yang telah dibuat oleh Octavia.


Dengan adanya program ini, Octavia berharap dapat menumbuhkan kesadaran serta pengetahuan tentang manfaat dari bahan-bahan alam yang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti pestisida bawang putih (GarlicPesticide) ini. Disamping mempunyai keuntungan yaitu ramah lingkungan, pestisida bawang putih ini juga mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat bertahan lama hanya bisa bertahan sekitar 3 hari saja, setelah melewati 3 hari keampuhannya akan mulai hilang. Penggunaan pestisida nabati seperti ini sangatlah penting dan menguntungkan berbagai pihak, karena pembuatannya yang praktis, biaya yang dikeluarkan cenderung murah serta produk yang dihasilkan sangat ramah lingkungan. Ibu-ibu PKK yang mengikuti pelatihan ini sangat antusias dalam mempraktekan langkah-langkah pembuatan pestisida bawnag putih yang diberikan oleh Octavia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun