Octa Dwinanda
Octa Dwinanda wiraswasta

Seorang anak manusia yang suka menulis, tapi susah untuk menuangkannya. Lihat tulisan saya juga di blog pribadi: octadwinanda.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Petugas Pun Tidak Berkutik

2 Oktober 2013   08:40 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:07 123 0 0

Kejadian ini selalu berulang setiap kali saya melewati jalan di depan penjara cipinang Jakarta Timur. Jalur "Busway" yang dijaga sekitar 3-4 petugas dibantu oleh oleh palang portal yang hampir tertutup "full" selalu saja diterobos oleh motor-motor yang berusaha menghindari kemacetan. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah mobil sedan berusaha untuk ikut menerobos.

"Gile Beneeerrrr".... Padahal sudah ada petugas yang menjaga. Palang portal pun sudah melintang menghalangi laju kendaraan. Tapi tetap saja, segerombolan motor dan beberapa mobil berusaha menerobos jalur busway.  Ck.. ck... ck.. ck....

Demi segelintir waktu agar sampai di kantor tepat waktu, mereka rela menggadaikan integritasnya sebagai warga negara. Tidak dipungkiri saya pun beberapa kali melanggara lalu lintas. Tapi ini... sudah sungguh keterlaluan menurut saya. Petugas  dengan jumlah yang cukup banyak yang berusaha menghalang-halangi dan palang portal yang melintang  tidak cukup membuat "rasa malu" mengundurkan niat mereka untuk tidak menerobos jalur busway.

Cerminan apakah ini?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelanggaran lalu lintas di Jakarta merupakan hal biasa. Kendaraan yang menerobos lampu merah. Kendaraan yang tidak berhenti di belakang garis zebra cross. Pengendara motor yang tidak mengenakan helm. Bahkan ada yang sms-an sambil berkendara. Pelanggaran-pelanggaran itu mungkin saja bisa terjadi karena memang tidak ada aparat yang memperhatikan.  Tapi ketika sudah ada aparat, pelanggaran tetap saja dilakukan, cerminan apakah ini?

Apakah petugas penjaga palang portal busway, tidak cukup menakutkan bagi mereka? Apakah mereka menganggap bahwa penjaga palang itu bukan penegak hukum sehingga mereka merasa melanggar pun tidak akan dikenakan sanksi hukum?

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah harus ada apara hukum baru kita mematuhi aturan lalu lintas? Apakah karena tidak ada sanksi ditempat, lantas kita seenaknya saja melanggar aturan lalu lintas?

Bagaimana menurut Anda? Apa solusinya? Tidak harus memikirkan solusi bagaimana membuat para pengendara mentaati aturan lalu lintas, tapi cukup memikirkan bagaimana caranya jalur busway di depan penjara cipinang yang sudah ada petugas dan palang portal, tidak lagi diterobos masuk :)