Gayahidup

Lewat Boneka Seks, Pria Jepang Temukan Cinta Sejati

9 Juli 2017   08:47 Diperbarui: 9 Juli 2017   09:00 102 0 1

Manusia di berikan akal yang sempurna oleh Allah swt. Akal yang di berikan oleh Allah swt, tidak lain dalam rangka untuk membedakan baik dan buruk, tentu saja akal tidak akan mampu membedakan baik dan buruk, itu semua harus dikembalikan kepada Allah swt.

Dalam menghadapi kehidupan,tentunya manusia pasti akan mengalami berbagai hambatan dan rintangan,kesulitan kesulitan hidup,gagal dalam menjalani sesuatu, tentu saja bagi orang yang beriman ini semua merupakan ujian, cobaan apakah dengan ujian dan cobaan ini, manusia akan sabar dan semakin yakin pada sang pencipta atau malah sebaliknya. ketika menghadapi kegagalan hidup harus sabar sambil mencari solusi , jalan keluar dari permasalahan, tentu saja solusi yg benar adalah solusi islam bukan solusi yang berdasarkan hawa nafsu.

seperti apa yang di alami  lelaki jepang, ketika gagal dalam pernikahan, ia menemukan wadah lain untuk menampung cintanya yaitu boneka seks. boneka ukuran manusia yang menyerupai asli ini tengah di gandrungi pria jepang yang mencari romantis sejati.Akibatnya gara-gara robot seks, jepang menhadapi penurunan angka kelahiran dan peningkatan tren pria yang menjauhi hubungan  asmara dengan manusia.

Apakah ini sebuah solusi? tentu saja hal ini bukan solusi karena menyalahi fitrah ilahi.

Allah SWT menciptakan adanya naluri nau tidak lain dalam rangka untuk melestarikan keturunan,melestarikan generasi yang cemerlang, apa jadinya kalau manusia menyalurkan nalurinya hanya dengan boneka robot tentu akan kehilangan generasi sebuah bangsa. inilah salah satu keburukan sistem kapitalis liberalis, sistem ini hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa memperhatikan norma agama.

Dalam sistem islam tentunya tidak akan terjadi hal seperti ini, karena dalam hal ini negara berkewajiban untuk memperhatikan seluruh warga negaranya, sampai2 naluri naunya pun di perhatikan. seperti apa apa yang dilakukan khalifah umar bin khatab ketika blusukan beliau mendapati seorabg wanita yg lagi mengeluh karena kesepian di tinggal jihad sama suminya sehingga tidak bisa menyalurkan naluri nau. akhirny di keluarkanlah kebijakan dalam masalah jihad bagi para suami di batasi sampai 4 bulan. tentu saja kebijakan ini di keluarkan dalam rangka menjaga keimanan warga negara dan kebutuhan warga negara, tidak hanya kebutuhan sandang,pangan dan papan tapi kebutuhan naluri pun di perhatikan.

ini semua hanya ada dalam sistem islam.

wallahu a'lam bishawab

Siti Aminah - IRT