Mohon tunggu...
Nurul Septiyaningsih
Nurul Septiyaningsih Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Mahasiswa

Hallo saya adalah mahasiswi Universitas Airlangga di Fakultas Vokasi Prodi Destinasi Pariwisata semester 2

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Wisata Minat Khusus di Era Generasi Muda

24 Juli 2022   17:55 Diperbarui: 24 Juli 2022   18:06 98 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Special Interest Tourism ( SIT ) atau wisata minat khusus merupakan suatu bentuk perjalanan wisata yang dimana para wisatawannya mengunjungi suatu tempat karena memiliki minat khusus dari banyaknya objek atau kegiatan didaerah tujuan wisata. 

Banyak yang mengatakan juga bahwa wisata ini merupakan wisata yang tidak biasa atau antimainstream, mengapa bisa disebut antimainstream? Karena biasanya wisata minat khusus ini berhubungan erat dengan hobi seseorang, suatu komunitas, atau rasa keingin tahuan yang tinggi.

Secara tujuan, pariwisata berbasis minat khusus lebih mengedepankan intens tourism atau wisatawan yang sedikit namun sering mengunjungi lokasi tersebut, berbeda dengan pariwisata pada umumnya yang lebih mengedepankan indicator mass tourism ( Keramaian ) sebagai indikator kesuksesannya. 

Tujuan lain dari adanya pariwisata minat khusus adalah sebagai pengganti dari adanya mass tourism karena jika dilihat secara lingkungan seperti halnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dimana merupakan sebuah Taman Nasional sebagai lokasi konservasi alam atau dalam dunia pariwisata disebut sebagai Ekowisata ( Ecotourism ) kini mengarah pada mass tourism yang dapat berakibat pada kerusakan lingkungan karena adanya lonjakan jumlah pengunjung yang tak terkendali. Banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak taman nasional seperti pembatasan kuota pengunjung, memperketat regulasi dan lain-lain.

Dengan begitu pariwisata minat khusus adalah jawaban sebagai alternatif dari adanya kegiatan mass tourism tersebut. Adapun karakteristik dari pariwisata minat khusus itu sendiri diantaranya motivasi wisatawan mencari sesuatu yang baru, otentik, dan pengalaman berwisata yang berkualitas, keputusan melakukan perjalanan ditentukan oleh minat khusus/minat tertentu (hobi, kesukaan, kolektor, pelaku bisnis, kurator, profesional, dll) dan yang terakhir diperoleh dari atraksi wisata yang beragam. 

Dan juga pariwisata memiliki kriteria tersendiri diantaranya learning yaitu kegiatan wisata yang mengarah pada unsur pembelajaran, rewarding, yaitu kegiatan wisata yang memasukkan unsur pemberian penghargaan atau mengagumi keindahan/keunikan kekayaan dari suatu atraksi yang kemudian menimbulkan penghargaan, enriching, yaitu pariwisata yang memasukkan peluang terjadinya pengkayaan pengetahuan masyarakat, adventuring, yaitu pariwisata yang dirancang sebagai wisata petualangan.

Terdapat 7 sektor wisata minat khusus juga diantaranya wisata sejarah, budaya, alam, ekowisata, kuliner, belanja, MICE, olah raga, rekreasi, wisata pesiar. 

Di Indonesia sendiri sangat berpotensi untuk dikembangkan pariwisata minat khusus karena memiliki banyak sekali daya Tarik wisata minat khusus seperti pada contoh desa Pataan yang terletak di kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Desa tersebut merupakan sebuah desa wisata dimana memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pariwisata minat khusus diantaranya adalah disana kita dapat mempelajari budaya masyarakat setempat karena memiliki sejarah yang unik, selain itu wisatawan dapat mengunjungi hutan rimba yang masih memiliki satwa-satwa liar, 

Adapun yang unik adalah Pataan Hunter dimana target pasarnya adalah wisatawan yang merupakan anggota PERBAKIN dapat ikut mengikuti kegiatan berburu di Kawasan hutan Pataan tersebut. 

Selain itu terdapat juga Pataan Adventure dimana wisatawan dapat berkemah disana. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa target pariwisata minat khusus bukan soal banyaknya wisatawan yang berkunjung melainkan seringnya wisatawan tersebut mengunjungi tempat tersebut karena adanya daya Tarik khusus tersebut.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan