Mohon tunggu...
dodo si pahing
dodo si pahing Mohon Tunggu... Buruh - semoga rindumu masih untukku.

Keinginan manusia pasti tidak terbatas, hanya diri sendiri yang bisa mengatur bukan membatasi.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Dahulu Melarang Anak Nge-game, Sekarang Malah Ketagihan...

21 Februari 2021   06:46 Diperbarui: 21 Februari 2021   06:52 287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi : popmama.com

Bermain petak umpet, gobak sodor, bermain bekel, bermain gambar, biasa dimainkan oleh anak-anak yang dilahirkan sebelum tahun 80-an. Setelah tahun 80-an anak-anak sudah mulai mengenal game & watch. 

Permainan tangan dengan mengandalkan keterampilan jari yang dibuat perusahaan Nintendo itu hingga tahun 1990an sangat digemari anak-anak.  Sehingga anak-anak yang semula biasa bermain di luar rumah lambat laun mulai senang berdiam diri di rumah terlebih mendekati tahun 2000-an.

Selain game & watch ada juga  tetris jenis game yang berbasis di tangan  untuk memainkannya. Dan mungkin hingga kini tetris adalah bentuk permainan yang masih sering dimainkan. Kalau kita yang pernah mengalami masa sebelum Nintendo dan hanya bermain kalau ada teman maka syukur yang mendalam kepada Tuhan karena bisa melampui jenis-jenis permainan yang ada.

Hingga kini sudah jutaan orang  yang menggunakan game berdasar teknologi yang berbasis permaian di tangan itu. Karena kemudahan untuk memainkan, tidak harus banyak gerak apalagi hingga harus berlari-larian di tempat lapang. Sampai malam pun jika sudah kecanduan model permainan si anak  akan tetap dilakukan. 

Sebenarnya tidak hanya anak-anak yang yang menyenangi permainan model-model yang dikeluarkan oleh bermaca-macam aplikasi sekarang ini. Orang yang sudah remaja hingga dewasa pun tidak jarang terilihat sedang masyuk bermain jenis permainan free fire, mobil legends.

Dua jenis permainan yang saya sebutkan di atas adalah game yang sering dilombakan. Terlebih mobil legends sangat akrab  untuk anak-anak suka dengan dengan game tantangan. Ketika itu, setiap kali anak saya yang baru berumur 8 tahun akan saya marahi setiap memainkan game itu. Karena seringnya tidak ingat waktu, mencuri-curi waktu, bahkan kadang-kadang berbohong ketika bermain game.

Namanya saja anak kalau sudah suka pada barang atau mainan sangat sulit untuk dilerai. Daripada melarang anak untuk tidak memainkan game yang juga disenangi oleh jutaan anak di dunia lebih baik mengontrolnya untuk tidak bermain lebih dari waktu yang sudah ditentukan, yaitu maksimal tiga jam untuk satu hari. Ternyata dengan mengatur bukan melarang akhirnya anak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak memegang hp berlama lama.

Bermain Game Dengan Anak Bisa Membangun  Komunikasi Lebih Baik
Pada suatu  sore setelah mengecek gawai milik anak tiba-tiba dia berkata, "Yah download Mobil Legends yuk biar nanti bisa main bareng."

Main bareng atau Mabar sering digunakan oleh anak-anak yang ingin main bersama-sama. Kalau dulu yang namana main bareng itu pastilah berkaitan dengan kegiatan di luar rumah. Bisa bermain bola, bermain layangan atau kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kerja sama lebih dari tiga orang. Nah, kalu mabar sekarang memang main bareng tetapi bertemunya dalam satu game yang sedang ditayangkan.

Sekarang saya baru tahu keseruan anak  anak yang sedang bermain bareng hanya teriak-teriak, namun sayangnya  mata hanya melihat dalam satu gawai, ternyata begitu ya mabar zaman sekarang. Dan seumur-umuran saya - mungkin agak telat ngikuti perkembangangan game -- kalau main mobil legends bisa mengajak saudara yang berdomisili yang jauh tempatnya.

Contohnya, anak saya berada di Pati sementara itu saudaranya ada yang di Blora dan Jepara bisa bertemu hingga berjam-jam dalam satu game yang sama. Dan sekarang saya kadang-kadang ikut main bareng bersama anak-anak yang baru berumur kurang dari 11 tahun, jadi ketahun ya siapa yang anak-anak hehehehe....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun