Mohon tunggu...
Nur Kholifah
Nur Kholifah Mohon Tunggu... Mahasiswa PAI'19 IAIN JEMBER
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Olip

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Metode Positivistik, Fenomenologi, dan Kritisme dalam Filsafat Pendidikan

19 Maret 2020   10:22 Diperbarui: 10 April 2020   18:59 38 3 2 Mohon Tunggu...

1. Metode Positivistik adalah suatu aliran filsafat yang berpangkal pada suatu yang aktif  dan dikembangkan berdasarkan sesuatu yang nyata yang benar benar ada. 

Metode ini meyakini bahwa pengetahuan yang paling benar adalah dari pengalaman. Metode ini juga bersifat empiris, realistis, dan actual. Menurut August Komte, dalam metode ini terdapat konsep aliran, yaitu : a.Metode yang diarahkan pada fakta-fakta b.Metode yang diarahkan pada perbaikan yang terus-menerus c.Metode yang diarahkan pada kecermatan d.Metode yang diarahkan pada kepastian 

2. Metode Fenomenalogi adalah suatu kajian terhadap gejala-gejala yang tampak. Metode ini dapat dilihat secara indrawi dan terjadi dengan nyata tidak rekayasa. Metode ini menunjukkan diri pada kesadarannya. 

Secara umum metode ini dapat dilihat dari 2 posisi, yakni : a.Merupakan reaksi dari positivism b.Sebagai kritik terhadap pemikiran kritisme dari Immannuel Khan, terutama pada fenomena-fenomena 

3. Metode Kritisme adalah metode yang lebih menggunakan rasio atau akal yang memiliki hubungan timbal balik anatar guru dan murid. Metode ini bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan-percakapan. Metode ini juga dapat disebut sebagai metode berpikir yang muncul pada saat manusia lahir dalam keadaan belum dewasa.

VIDEO PILIHAN