Mohon tunggu...
Nur Anisa Al Fatihah
Nur Anisa Al Fatihah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pendidikan Kelautan dan Perikanan

UPI'18

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pelaksanaan MPLS Secara Tatap Muka Terbatas dengan Protokol Kesehatan yang Ketat di Masa Pandemi

28 Juli 2021   01:43 Diperbarui: 28 Juli 2021   01:47 81 1 0 Mohon Tunggu...

Sudah kita ketahui bahwa pandemi ini belum selesai, sudah lebih satu setengah tahun Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Munculnya wabah ini menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya yaitu dalam dunia pendidikan di Indonesia. Akibat adanya virus Covid-19 dalam pendidikan  mengharuskan sekolah dan perguruan tinggi melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring. Pembelajaran daring ini mengharuskan siswa, mahasiswa, guru dituntut untuk menguasai segala hal dalam bidang teknologi.

Hal ini terjadi juga pada saya Nur Anisa Al Fatihah sebagai mahasiswa Pendidikan Kelautan dan Perikanan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring. Biasanya dilakukan secara langsung ke lapangan, karena kondisi pandemi sedang melonjak tinggi maka pihak Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI memutuskan untuk KKN secara daring dengan bertemakan “Kuliah Kerja Nyata Tematik Membangun Desa Melalui Bidang Pendidikan dan Ekonomi dalam Implementasi pada Masa Pandemi Covid-19”. Saya mengambil tema di bidang Pendidikan yang mana sasarannya yaitu Guru, Siswa dan Orang tua. Saya memilih tempat KKN di Sekolah Dasar Islam Terpadu di Pandeglang.

Tahun ajaran baru yang sudah dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli 2021, pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan awal kepada para siswa baru yang biasa disebut dengan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) sesuai dengan Permendikbud No.18 Tahun 2016 yang membahas mengenai pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik.

MPLS tahun 2021 di tempat KKN saya tepatnya di SDIT Pandeglang dilaksanakan secara tatap muka terbatas selama dua hari mulai dari tanggal 23-24 Juli 2021. Guru, tenaga kependidikan dan siswa harus mematuhi protokol kesehatan. Wajib memakai masker, menjaga jarak, sebelum memasuki area sekolah wajib cek suhu, dilanjut dengan mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir serta dengan teknik yang benar.

Untuk menghindari kerumunan di masa pandemi, pelaksanaan MPLS secara tatap muka terbatas ini di bagi menjadi empat sesi per kelas. Karena jumlah per kelas yaitu 28 orang siswa, maka setiap sesi diisi 7 orang siswa. Durasi waktu setiap sesi yaitu 2 jam yang diisi oleh wali kelas dan guru ummi tahfidz.

Dilaksanakan MPLS secara tatap muka terbatas ini bertujuan agar peserta didik baru bisa mengenali dan beradaptasi dengan lingkungan, dan fasilitas sarana prasarana sekolah, menumbuhkan perilaku mandiri dan disiplin, memberikan motivasi, semangat dan cara belajar efektif untuk para peserta didik baru.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN