Media

Gaya Selingkung

9 Januari 2018   21:34 Diperbarui: 9 Januari 2018   21:36 2579 0 0

  1. Pengertian Gaya Selingkung

Selingkung berasal dari kata lingkung-melingkung yaitu artinya memberi batas sekeliling. Dalam bahasa Inggris, salah satu pengertian gaya selingkung adalah: Journalism & Publishing, a set of relus concerning spelling, typography, stc, observed by editorial and printing staff in a particular publishing or printing company.

Gaya selingkung merupakan salah satu penciri kepribadian dan jati diri suatu berkala. Gaya ini tumbuh dan berkembang dalam suatu rentang waktu dan menjadi matang setelah kemantapannya memapankan diri. Dari pengalaman dan kenyataan ini terlihat bahwa gaya selingkung itu bersifat dinamis. Perubahan evolusioner terjadi terus menerus sampai didapatkan keunikan dan kesejati dirian yang khas. Penyunting jurnal harus menyelaraskan antara gaya pribadi penyumbang naskah dengan gaya selingkung yang dianut oleh berkalanya.

Beberapa faktor baik dari dalam maupun dari luar berkala dapat mempengaruhi perkembangan pemapanan gaya selingkung. Meskipun demikian kunci utama terletak ditangan penyunting, terutama penyunting pelaksana yang bertanggung jawab atas pengejawantahan produksi dan penampilan berkalanya. Tekanan dari luar dapat mempengaruhi gaya selingkung secara langsung, seperti misalnya ada penyumbang naskah yang mempunyai otoritas besar, sehingga penyunting sungkan untuk mengubah naskahnya. Bagaimanapun para penyunting harus menyadari fungsinya sebagai penjaga gaya selingkung agar kekhasan dari berkala tersebut tidak hilang.

Beberapa pengamat melihat bahwa gaya selingkung sebenarnya merupakan hasil total penampilan fisik dan kedalamam falsafah yang melandasi penuangan pesan yang disampaikan melalui terbitan. Pada dasarnya terdapat tiga kelompok komponen yang menentukan gaya selingkung suatu berkala, yaitu perwajahan dan format, pola penulisan, serta kedalaman dan kerincian penyajian. Kemantapan wajah berkala (ukuran, warna, hiasan, isi, dan tata letak sampul) setiap terbit merupakan kesan pertama yang diamati orang. Format dan tata letak halaman, tipe dan ukuran huruf, sistem penomoran, organisasi atau pengaturan isi naskah, jenis kertas, dan faktor penampilan fisik merupakan tolok ukur kecermatan para penyunting mempertahankan kemapanan gaya selingkungnya.

Kedalaman dan kerincian data serta informasi, gaya bahasa dan nuansa yang tersirat, urutan penyuguhan fakta dan argumentasi, serta intensitas pemikiran yang mendasari penulisan isi berkala, merupakan segi gaya selingkung yang menjamin jati diri dan sekaligus mutu suatu berkala. Dengan demikian gaya selingkung merupakan cermin besar kepribadian dan jati diri suatu berkala. Pengembangan kemapanannya hanya dapat diperoleh melalui kesinambungan penerbitan dan ketaatasasan pemeliharaan gaya setiap penerbitan. Keberhasilannya untuk dipertahankan sangat ditentukan oleh kesungguhan para penyuntingnya dalam melaksanakan hak, kewajiban, tugas, dan fungsinya secara bertaatasas.

Bagi calon penyumbang naskah, gaya selingkung harus diperhatikan agar potensi keberterimaan naskah cukup tinggi. Dengan substansi seperti yang telah dirancang, calon penyumbang naskah dapat mengatur bahasa maupun tampilan sehingga sesuai dengan gaya selingkung berkala yang akan dimasukinya. Sosialisasi gaya selingkung biasanya diletakkan di halaman belakang atau justru di halaman sebalik sampul. Gaya selingkung terwujud dalam ketentuan naskah dalam suatu berkala.

  1. Contoh Bentuk Gaya Selingkung

Sebagai contoh dapat diambil beberapa bentuk gaya selingkung dari beberapa jurnal yaitu diantaranya.  

a. Gaya Selingkung Jurnal Penelitian Saintek (JPS)

Naskahmerupakan naskah asli yang berkaitan dengan pengembangan sain dan teknologi (ringkasan hasil penelitian atau telaah litaratur) dan belum pernah diterbitkan baik di dalam maupun di luar negeri. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia dengan jarak 1,5 spasi, sepanjang 10-15 halaman kuarto. Naskah dikirim atau diserahkan ke sekretariat JURNAL PENELITIAN SAINTEK rangkap dua  disertai disket dilengkapi biodata penulis dan alamat llengkap (kantor dan rumah).

Judulnaskah menggambarkan isi pokok tulisan, ditulis secara ringkas dan jelas.

Nama Penulisdisertai catatan kaki tentang profesi dan lembaga tempat penulis bekerja.

Abstraknaskah diketik satu spasi, tidak lebih dari 200 kata dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak menggambarkan intisari dari permasalahan, metode, hasil, dan simpulan.

Pendahuluanmeliputi uraian tentang latar belakang masalah, ruang lingkup penelitian, dan telaah pustaka yang terkait dengan permasalahan yang dikaji, serta rumusan hipotesis (jika ada). Uraian pendahuluan maksimum 20% total halaman.

Bahan dan Metodameliputi uraian yang rinci tentang bahan yang digunakan, metoda yang dipilih, teknik, dan cakupan penelitian. Uraian bahan dan metoda maksimum 15% total halaman.

Hasil dan Pembahasanmerupakan uraian obyektif tentang hasil-hasil penelitian dan pembahasannya. Uraian hasil dan pembahasan minimum 45% total halaman.

Simpulandirumuskan berdasarkan hasil-hasil penelitian.

Daftar Pustakadisusun berdasarkan abjad, dan disesuaikan dengan rincian berikut:

Buku: nama penulis, tahun penerbitan, judul lengkap buku, penyunting (jika ada), nama penerbit, dan kota penerbitan.

Artikel dalam buku: nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel/tulisan, judul buku, nama penyunting, kota penerbitan, nama penerbit, dan halaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8