Mohon tunggu...
Nunung Nuraida
Nunung Nuraida Mohon Tunggu...

teacher, English, novel, x-files, Rayhan \r\n\r\nhttp://nunungnuraida.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

Susu (Sapi) Tidak Lagi Menyempurnakan

19 September 2013   16:45 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:40 401 4 4 Mohon Tunggu...

Pada awalnya saya sempat terkesima ketika salah seorang dokter gigi yang saya kenal mengatakan bahwa tidak perlulah anak terlalu banyak diberikan minuman susu formula. Tidak terlalu baik juga untuk kesehatan. Benarkah?

Dan rasa penasaran saya terjawab oleh keterangan nara sumber di acara 3.60 nya Metro TV. Benar bahwa susu formula tidak lagi menjadi penyempurna gizi seperti yang sering kita dengar di pelajaran-pelajaran ilmu pengetahuan alam, yaitu makanan empat sehat lima sempurna. Bahkan slogan tersebut sudah dihentikan sejak tahun 90an. Artinya bukan susu yang menjadi penyempurna gizi. Sekarang para pakar kesehatan lebih menekankan kepada slogan gizi seimbang.

Jadi ketika anak sudah mampu mengkonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, maka tambahan konsumsi susu tidak lagi menjadi hal yang vital. Susu formula vital diberikan pada usia anak 0-1 tahun, itupun jika si ibu bekerja sehingga tidak bisa memberikan ASI secara sempurna. Namun, tetaplah program ASI eksklusif 6 bulan wajib diberikan dan dilanjutkan dengan tambahan susu formula hingga usia 2 tahun.

Lalu kenapa iklan susu masih menjadi primadona dalam masyarakat kita? Jawabnya tentu karena jumlah penduduk Indonesia yang besar dan bisa menjadi pasar produsen susu yang sangat menguntungkan. Lihatlah bagaimana di pusat-pusat perbelanjaan terpajang berbagai merek susu untuk berbagai usia. Dari balita hingga usia senja.

Mungkin kita pernah mendengar iklan susu untuk mencegah osteoporosis bagi konsumen usia lanjut. Tapi pasti dalam setiap iklannya, akan ada tambahan informasi "jika disertai dengan olah raga teratur". Jadi sebenarnya, apa yang membuat tulang kita kuat dan sehat? Ya, olah raga teratur.

Jadi, mulai sekarang tak perlulah kita habis-habisan mengkonsumsi susu secara berlebihan. Boleh mengkonsumsi susu, asalkan dalam jumlah yang normal dan tidak mendewakan susu sebagai pengganti makanan bergizi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x