Mohon tunggu...
Nugroho Endepe
Nugroho Endepe Mohon Tunggu... Iqra.... قْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 اقْرَ Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

“Reading maketh a full man; and writing an exact man. And, therefore, if a man write little, he need have a present wit; and if he read little, he need have much cunning to seem to know which he doth not.” ― Francis Bacon “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer

Selanjutnya

Tutup

Travel

Ziarah Raja Mataram Kotagede

3 Mei 2019   08:00 Diperbarui: 3 Mei 2019   08:34 0 2 1 Mohon Tunggu...
Ziarah Raja Mataram Kotagede
Penulis dan abdi dalem 

Hingga saat ini, bisa jadi raja yang masih berkuasa karena juga menjadi gubernur aktif adalah Raja Mataram, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono Sayidin Panotogomo Khalifatullah Hingkang Jumeneng Kaping Sedoso (X). Meskipun, sejatinya di seantero Nusantara, masih ada raja-raja lain yang tergabung dalam komunitas raja-raja Nusantara.

Nah, mari kita ziarah sebentar. Bagi yang pernah ke Yogyakarta, sempatkan ke Kotagede. Lokasinya dekat terminal Giwangan, arah utara sedikit. Menuju pasar Kotagede, dekat sekitar situ. Kotagede adalah bekas ibu kota Mataram di masa jayanya. Masih ada masjid besar Kotagede yang masih aktif digunakan.

Makam Panembahan Senopati, Raja Pertama Mataram Islam, ada di Makam Kotagede. Juga termasuk legenda Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Kisahnya bisa disearch di mbah gogel. Makamnya, saya benar melihat, nisannya terbelah. Satu bagian kepala di dalam makam. Satu bagian di luar bangunan makam.

Konon simbol bahwa beliau meskipun sudah menjadi menantu, namun label pemberontak masih ada di Ki Ageng Mangir.

Di kompleks makam, kita dapat masuk namun harus berganti dengan baju lurik. Menyewa murah di situ, sekitar 30 ribu per pasang. Jika kita mau membayar lebih, ya itu sodaqoh panjenengan untuk para abdi dalem yang setiap merawat situs bersejarah tersebut. 

Makam akan mengingatkan kita, arti penting waspada terhadap kematian. Agar, hidup lebih berguna. Sehingga, ketika mati itu  datang, kita dapat memanen tabungan kebaikan kita. Dan Tuhan berkenan mengampuni dosa salah kita.

Tertarik ziarah?

Naik grab dari terminal Giwangan, ya sekitar 10 ribu rupiah.

Naik grab dari Bandara Adisucipto, sekitar 60 - 90 an ribu rupiah. Kalau mahal sedikit, ya hanya sedikit lah. Dibandingkan dengan objek kunjungan yang mengetarkan.

Ketika kita ada di kompleks makam, baju beskap lurik, kita bisa kaget, barangkali di tubuh kita ada darah Mataram. hehehe..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2