Mohon tunggu...
nudia mikhayla
nudia mikhayla Mohon Tunggu...

consultan Business di perusahaan telekomunikasi asing.dan menyukai karya sastra

Selanjutnya

Tutup

Media

Perlukah Aku Menelanjangi Hits Pembacamu?

26 Januari 2017   12:35 Diperbarui: 26 Januari 2017   13:55 1189 20 26 Mohon Tunggu...

Aku kok tersenyum jika kembali melihat pembaca dan juga penulis itu sendiri mempertanyakan jumlah hits or view sebuah artikel,padahal pernah suatu kali aku mengulas hal tersebut,tapi ya sudahlah, mungkin saja penulis itu hanya ingin "mengganggu" kompasiana, mengingat kompasiana masih yang terdepan dan masih akan terus di depan dalam waktu ini. jadi mungkin itu yang membuat iri mantan teman dan mantan penulis itu sendiri,aku sedikit beri rahasia,' membandingkan sebuah web blog keroyokan tidak mudah jika Anda tidak menguasai teknologinya.thats a definite reality.

Maaf,.seberapa besar dan seberapa banyak pembaca setia kompasiana? atau, maaf..sebanyak itukan penikmat artikel politik kompasiana? atau,.hay Dwi..apakah kamu tahu sesungguhnya mereka berusaha mengganggu kompasiana? aku ijinkan kalian membuat pertanyaan untuk hal yang menyerupai ini.

Pembaca kompasiana di bandingkan dengan web keroyokan manapun, masih yang terbaik dan terbanyak secara umum.ingat, aku mengatakan secara umum, berarti bukan karena artikel tersebut kelak akan mendapat penghargaan dengan rupiah.atau bukan karena artikel tersebut membawa misi sesuatu dalam esensinya.

Mendapat janji dengan rupiah secara tidak langsung membuat artikel itu akan di promosikan dengan sebaik mungkin oleh si penulis itu sendiri, dengan berusaha meng'share melalui teman-teman medsos, itu pasti.selalu menampilkan di halaman pribadi si penulis, itu lebih pasti. jadi aku mengatakan "selalu akan ada usaha dari si penulis." dengan hits yang di mungkinkan bisa tercapai, maka rupaih menanti.

Mendapat hits karena ada misi dalam esensi artikel, jika ini yang ada, juga akan membuat artikel itu semakin banyak yang meng'share,siapa yang menshare, tentu teman-teman kelompoknya yang mempunyai kepentingan esensi artikel tersebut. dan sangat di mungkinkan dan di halalkan dalam Tesis yang ini, pihak berkepentingan lah yang mengeluarkan biaya.

Dua hal di atas adalah bagian tidak umumnya tentang raihan atau capaian jumlah hits,dan lebih tidak umum lagi jika sudah masuk wilayah ITnya.untuk hal ini aku tidak akan menuliskan, karena mereka sedang mencari sesuap nasi demi perutnya.ini merupakan etik.

Penulis-penulis itu akan berpikir, untuk apa saya menulis capek-capek di Kompasiana lagi, kalau toh sebagus apapun artikelnya, yang membacanya hanya sedikit, cuma ratusan atau seribuan kali, sedangkan di Seword akan dibaca puluhan ribu sampai dengan ratusan ribu kali? *****(copy paste penggalan artikel di kompasiana)

Penulis yang pure karena ingin menulis, tidak akan pernah berfikir terlalu jauh, karena penulis sejati adalah penulis yang tidak mengikuti selera pasar,tidak bisa di pesan artikelnya, tidak bisa di arahkan,dan tidak bisa di jadikan kepentingan kelompok atau golongan, jadi aku berfikir jangan-jangan pesanan-pesanan itu malah sudah hilang, hingga membuat ada beberapa penulis berfikir seperti itu.berulang kali aku sebut, di media sosial atau di sebuah web blog keroyokan, jumlah hits pembaca tidak menjadi tolak ukur artikel itu bagus atau tidak.soo,. menulislah dengan hati, pemikiran. dan menjadi diri sendiri.hanya Problematik eror yang bisa membuat penulis sejati itu enggan untuk menulis, no more than the actual.

Nudia Mikhayla

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x