Mohon tunggu...
Nur Rohmatus
Nur Rohmatus Mohon Tunggu... Mahasiswi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mahasiswi Universitas di Malang Pendidikan Islam Anak Usia Dini '17

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Menjadi Pendidik yang Terdidik

21 Maret 2019   21:56 Diperbarui: 22 Maret 2019   02:45 513 24 7 Mohon Tunggu...
Menjadi Pendidik yang Terdidik
ilustrasi pengajar di kelas. (sumber: pixabay)

Judul ini bukanlah permainan kata, namun saat kita cermati makan akan terdapat satu pola yang ada yaitu ''didik''. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, didik berarti 'pelihara dan latih' hal ini menunjukkan bahwa terdapat makna luar biasa didalamnya.

Menjadi guru tentu bukanlah hal yang mudah, jika menurut pepatah Jawa menjadi guru itu haruslah ''digugu lan ditiru'' yang berarti disini adalah sebagai guru harus memiliki etika yang baik dan harus berani untuk diteladani. Maka dari itu jadilah role model yang baik, karena anak adalah peniru yang handal. Oleh sebab itu, menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah karena pada saatnya anak akan meniru guru yang menurutnya cocok untuk dijadikan panutan.

Sebelum memulai proses pembelajaran dan memberikan ilmu kepada siswanya, seorang pendidik harus terlebih dahulu mengalami proses pendidikan karena pendidik akan menjadi keteladanan bagi banyak orang. 

Menjadi pendidik yang terdidik harus mampu mendidik dan membangkitkan semangat orang orang di sekitarnya, juga memberi pemahaman bahwa setiap individu memiliki kemampuan integensi yang berarti setiap individu mampu menggapai apa yang mereka harapkan dengan kecakapan yang bisa didapatkan dengan bantuan dari lingkungan.

Istilah inteligensi sangat akrab dalam dunia pendidikan dan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pendidikan dan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pendidikan dihadapkan pada anak-anak dengan berbagai kemampuan inteligensi. Pendidik harus memahami keragaman inteligensi anak didik. Pemahaman keragaman diperlukan untuk dapat memberikan layanan yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan.

Intelegensi merupakan merupakan salah satu kemampuan manusia. Kemampuan intelegensi bersifat potensial dan merupakan kecakapan umum. Kecakapan ini dapat terwujud menjadi kecakapan nyata karena bantuan lingkungan.

Secara garis besar, bahwa seorang guru yang memiliki multiple inteligensi tertentu masih bisa mengajarkan kepada peserta didik tentang multiple inteligensi yang lain, namun pendidik terlebih dahulu diharuskan terus menerus belajar dan belajar agar dapat menguasai multiple inteligensi tersebut. 

Jika dimisalkan, seorang pendidik menguasai dalam bidang linguistik namun suatu saat pendidik tersebut diharuskan untuk memberikan pengajaran dalam bidang musikal maka sebelum memasuki kelas seorang pendidik diharuskan telah menguasai bidang tersebut meskipun tidak optimal pendidik lain yang telah menguasai bidang musikal tersebut.

Menurut salah satu ahli mengatakan bahwa kesembilan inteligensi ada dalam diri setiap orang hanya kadarnya tidak selalu sama, dan inteligensi dapat dikembangkan dan dapat ditingkatkan secara memadai sehingga dapat berfungsi dengan baik. 

Dari sinilah seorang pendidik memiliki peran besar dalam membantu perkembangan inteligensi peserta didik, karena itu seorang pendidik harus memahami teori multiple inteligensi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal, tetapi sebelum itu seorang pendidik hendaknya mencoba mengenali inteligence apa saja yang dimiliki oleh peserta didiknya.

Menjadi seorang pendidik yang menguasai dalam inteligensi tertentu masih dapat bahkan masih mampu mengembangkan strategi mengajar dengan inteligensi yang tidak dikuasainya, dengan cara berlatih terus menerus tetapi tentunya tidak sebaik dengan pendidik yang yang sudah menguasai di inteligensi tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x