Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Berani Melaju Siap Melipir Minggir

9 Maret 2021   17:29 Diperbarui: 9 Maret 2021   17:45 472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi berani melaju siap melipir minggir (dokumen pribadi)

Melaju memuncak dan melipir minggir merupakan kesatuan yang harmonis. Siapapun yang berani melaju perlu menyiapkan hati untuk melipir minggir. Bagian dari tatanan kehidupan kerja (worklife) agar berjalan lancar.

Mari bayangkan, bila semua bagian ingin berperan dengan cara melaju di jalur perjalanan yang sama. Bagaimana ruwetnya lalu lalang. Bisa jadi saling bersinggungan. Pelepasan energi tumburan yang menunda pencapaian tujuan.

Begitupun dalam arena permainan. Ada pemain yang berlaga, ada tim pendukung. Perlu juga penonton yang mengamati dengan cermat. Masing-masing berbagi peran menuju keberhasilan.

Bahkan pemain pemuncakpun ada saatnya perlu melipir pinggir. Seiring dengan perkembangan zaman, pemain pemuncak pada suatu masa akan digantikan oleh calon pemuncak berikutnya. Siklus pelaku dalam permainan berkelanjutan.

Apakah pemain pemuncak yang minggir dari arena, berarti disingkirkan? Berbekal kepiawaiannya, sang mantan pemain tetap dapat berkiprah maksimal. Sebagai bagian tim pendukung. Atau bahkan penonton dengan mata amatan yang tajam, pemberi loloh balik.

Pemain pemuncak memberikan ruang gerak kepada pemain berikutnya yang lebih trengginas. Menguasa perkembangan permainan sesuai dengan zamannya. Ada aura legawa disertai penerimaan rasa tanggung jawab dan melepas duri jumawa.

Itu amatan santai dari lajur pinggiran saat melintas di arena penggemblengan teruna. Aneka permainan ataupun laga dengan pola yang senada. Terjadi pembagian peran baik secara lembaga maupun kesediaan diri.

Pola yang sama juga berlaku pada tatanan seluruh kehidupan. Baik dalam jenjang karir pekerjaan. Pelayanan kemasyarakatan dari skala kecil hingga sangat besar. Melepas peran tanpa kehilangan jati diri.

Alih peran juga bagian dari penataan keseimbangan berkarya dalam kehidupan. Bagian dari seni mengelola kehidupan kerja (worklife). Menopang kesehatan kehidupan diri pribadi maupun tatanan kelembagaan.

Teringat dengan sekar/tembang Macapat, utamanya pada sekar Durma dan Pangkur. Durma membabar watak semangat mencurahkan segala kemampuan dalam berdharma. Mengaktualkan potensi diri demi kejayaan bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun