Mohon tunggu...
Novi Setyowati
Novi Setyowati Mohon Tunggu... Lainnya - berbagi pengalaman, cerita, dan pengetahuan

berbagi pengalaman, cerita, dan pengetahuan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

8 Hal Ini yang Bisa Bikin Culture Shock di Negeri Panzer

25 Februari 2021   22:06 Diperbarui: 1 Maret 2021   00:05 2337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruhe bitte! (Sumber gambar: pinterest.com/pin)

Pengalaman saya dengan dokter gigi, saya harus menunggu selama satu bulan untuk memperoleh jadwal penanganan dengan dokter gigi. Untung saja saat itu masalahnya bukan hal yang serius, sih. Jadi, masih bisa ditahan.

Tapi, kedua kalinya saya harus melakukan operasi gigi bungsu, saya harus menunggu satu bulan dan saya mencoba untuk bernegosiasi. 

Pada akhirnya, saya berhasil mendapatkan jadwal dua minggu lebih awal untuk operasi gigi bungsu.

Teman saya bahkan harus menunggu hingga dua bulan lamanya saat ingin membuat janji dengan dokter mata dan juga Ginekolog.

Tentu tidak semua kasus, ya. Jika keluhan kita termasuk hal yang darurat, kita bisa saja bernegosiasi dan meminta jadwal pertemuan lebih awal.

Jadi, tidak bisa seperti di Indonesia saat kita bisa kapan saja datang menemui dokter dan langsung memperoleh penanganan. 

Di Jerman, kita harus membuat janji terlebih dahulu dan rentang waktunya bisa bervariasi mulai dair berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan lamanya.

5. Transportasi umum terjadwal beserta halte-halte pemberhentian
Kalau ini, bisa juga disebut sebagai culture shock yang memicu kedisiplinan diri yang lebih baik lagi.

Jadwal-jadwal keberangkatan dan kedatangan transportasi umum sangat teratur. Terlambat menunggu bus sepuluh menit saja, kita bisa menunggu kedatangan bus berikutnya hingga sepuluh menit lamanya dan itu bisa berakibat terlambat menaiki metro atau subway hingga dua puluh menit lamanya.

Terbayang kan jika kita terlambat sampai halte pemberhentian, sudah pasti tergesa-gesa dan terlambat juga tiba di tujuan.

Tidak ada ojek online atau becak yang bisa kita panggil sewaktu-waktu untuk mengantar kita yang tertinggal bus atau angkot.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun