Mohon tunggu...
niti negoro57
niti negoro57 Mohon Tunggu... Wiraswasta - Guru Ndeso

Seneng ngulik sesuatu yang asing

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menguak Fenomena Perpustakaan Sepi, Apa Penyebabnya?

22 Mei 2024   08:54 Diperbarui: 22 Mei 2024   08:57 265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto pembaca di perpustakaan (Sumber : jatengprov.go.id)

Perpustakaan telah lama menjadi simbol pusat ilmu pengetahuan, tempat di mana berbagai informasi dan literatur dapat diakses oleh masyarakat umum. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, banyak perpustakaan yang dulunya ramai kini tampak sepi dan kurang diminati.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting apa yang menyebabkan perpustakaan kehilangan daya tariknya di mata masyarakat? Dalam artikel ini, saya akan berusaha menguak berbagai faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya minat kunjungan ke perpustakaan.

Dengan memahami penyebabnya, kita dapat mencari solusi untuk mengembalikan perpustakaan ke posisinya sebagai pusat belajar dan komunitas yang vital.

Baca juga : Pesona kembenag wijaya kusuma

Kemajuan Teknologi dan Akses Digital

Kemajuan teknologi digital adalah salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi kunjungan ke perpustakaan. Dengan adanya internet, e-book, dan sumber daya digital lainnya, informasi dan literatur dapat diakses dengan mudah dari mana saja dan kapan saja. Banyak orang lebih memilih mencari informasi secara online daripada pergi ke perpustakaan fisik, yang dirasa lebih praktis dan cepat.

Baca juga : Fakta dan mitos kembang sedap malam

Perubahan Gaya Hidup dan Preferensi Membaca

Perubahan gaya hidup masyarakat juga berdampak pada menurunnya minat berkunjung ke perpustakaan. Generasi muda, yang merupakan target utama perpustakaan, kini lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial, bermain game, dan menikmati hiburan digital lainnya. Minat baca pun cenderung menurun, dan preferensi membaca beralih ke format digital seperti artikel online dan e-book.

Keterbatasan Koleksi dan Fasilitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun