Mohon tunggu...
Yunita Kristanti N I
Yunita Kristanti N I Mohon Tunggu... Administrasi - belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Joglosemar Pilihan

Mengubah Limbah Menjadi Berkah: Kerajinan Eceng Gondok Bengok Craft, Inspirasi UMKM dari Kesongo

14 Desember 2021   14:16 Diperbarui: 14 Desember 2021   16:15 666 42 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Produk Kerajinan Eceng Gondok Bengok Craft Kesongo Tuntang / Sumber : Dok.Pri

Apa yang terbersit di dalam pikiran kita ketika mendengar kata Eceng Gondok? Tanaman rawa? Tumbuhan air? Tumbuhan bertangkai gemuk? Kerajinan?

Seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Phillip von Martius, ahli botani berkebangsaan Jerman di tahun 1824, konon yang pertama kali menemukan tumbuhan berbatang gemuk ini secara tidak sengaja dalam sebuah ekspedisi alam di sepanjang Sungai Amazon, Brazil. 

Salah satu tumbuhan air yang hidup di rawa memiliki nama lain Eichhornia crassipes ini ternyata banyak memiliki sebutan lain di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Seperti misalnya nama Tumpeng disematkan pada eceng gondok oleh masyarakat Manado. Di Palembang, eceng gondok dikenal nama Kelipuk. Dayak menyebut eceng gondok dengan sebutan Ilung-ilung. Di daerah domisili saya, eceng gondok biasa disebut dengan Bengok (penyebutan huruf 'E' sama dengan menyebut kata ke).

Di sebuah daerah bermama Kesongo -   Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ada sebuah lembaga UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dibawah bendera Bengok Craft yang dinahkodai seorang anak muda jebolan Universitas Indonesia yang berkreasi dengan eceng gondok.

Aneka tas, topi, alas makan, cover helm, sandal, keranjang, semua tersedia di galeri seni milik Firman Setyaji, Sang Nahkoda Bengok Craft. Usaha kerajinan eceng gondok yang telah dirintisnya terus 'mendunia'. Dikatakan oleh beliau, bahwa produk-produk kerajinan dari eceng gondok ini telah hadir di sejumlah kawasan mal di Singapura.

Daerah Kesongo -Tuntang, memiliki ikon rawa terkenal, bernama Rawa Pening, sebuah rawa yang merupaka  habitat eceng gondok. Bahan baku utama dari lembaga usaha ini. Penyerapan tenaga kerja dari Bengok Craft ini juga cukup besar. Wanita-wanita di daerah ini diberdayakan untuk kegiatan produksi kreatif ini.

Bengok Craft merupakan sebuah UMKM dibawah binaan Bank Indonesia Kota Semarang. Pendampingan yang dilakukan secara intensif membawa banyak kemajuan bagi pengembangan kerajinan dari eceng gondok di daerah ini.

Sejumlah pelatihan dari tingkat daerah hingga nasional serta event pameran (expo) sering diikuti oleh Bengok Craft. Produk eceng gondok ini telah banyak dikenal, baik domestik maupun mancanegara. Salah satu negara yang telah familiar dengan produk ini adalah Singapura. 

Eceng gondok ini memiliki banyak sekali karakteristik khusus. Selain tumbuhan air yang mengapung, eceng gondok memiliki tangkai daun yang berongga sehingga memiliki kesan tangkai yang gemuk.

Mengubah eceng gondok yang tadinya dipandang sebagai limbah menjadi sebuah hasil karya seni bernilai tinggi tentu tidaklah mudah. Banyak proses yang harus dilalui, mulai dari bahan mentah menjadi produk kerajinan bercita rasa seni tinggi. 

Proses pengeringan sampai pada mendesain beragam produk kerajinan dari eceng gondok dilalui tahap demi tahap. Menjaga kualitas bahan agar tidak mudah lembab san berjamur merupakan salah satu strategi penting dalam usaha kerajinan ini.

Kerajinan eceng gondok menjadi salah satu andalan di daerah Kesongo mengingat berlimpahnya ketersediaan bahan baku. Sepenggal kisah perjuangan yang menginspirasi ini ditegaskan berulang kali oleh Firman Setyaji, kepada penulis bahwa tidak ada usaha yang langsung secara instant berhasil. Banyak jalan berliku dan terjal dalam proses menuju keberhasilan. Tidak ada kesuksesan yang 'langsung jadi', semua membutuhkan proses.

Semoga sukses dan terus menjadi berkat untuk lingkungan, UMKM Bengok Craft Kesongo. Maju terus!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Joglosemar Selengkapnya
Lihat Joglosemar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan