Politik

Menilik Arah "Kompas" BNN

11 Agustus 2017   23:18 Diperbarui: 12 Agustus 2017   00:09 105 1 0

Setelah beberapa waktu lalu khalayak dihebohkan dengan kabar artis dengan inisial TS ditangkap di kediamannya akibat kepemilikan zat terlarang dumolid,  kini disusul oleh artis dengan inisial MT yang diciduk oleh BNN akibat kepemilikan ganja. Belum banyak detail yang diungkapkan pihak yang berwajib terkait hal ini. Namun hal ini tentunya menambah bukti harmonisnya artis dan selebriti tanah air dengan obat-obatan terlarang. Kalau dilihat dari tahun 2017 saja, sudah terdapat 9 kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh kaum "penghibur" di tanah air. Dengan kasus teraktual MT dan TS yang membuat stereotip tersebut seakan nyata. Penyebabnya? Tentu saja tekanan publik yang menjadi-jadi juga tuntutan para "bos" yang ingin mereka selalu tampil prima di setiap kesempatan. Inilah yang membuat para "penghibur" membutuhkan "hiburan".

Namun ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam rekam jejak BNN belakangan ini. Dekatnya waktu penangkapan artis berinisial TS dan MT tentu bukan sebuah kebetulan semata. Publik seakan diberi sebuah paradigma bahwa BNN sedang menghias citra mereka dengan penangkapan-penangkapan yang terjadi di kalangan figur publik. Dan pertanyaan pun menyeruak "Apakah benar BNN berbuat demikian? " "Apakah atensi yang diberikan masyarakat kepada badan anti narkotika tersebut kurang? " "Bagaimana nasib para gembong yang masih berpangku tangan akibat BNN sibuk dengan para korban? ". 

Dan opini ini bukannya tanpa bukti. Kasus TS misalnya,  banyak menyita atensi akibat tarik ulur pihak kepolisian akan kasus ini. Melepaskan sang istri dan menahan sang suami menjadi tanda tanya besar bagi sebagian kalangan, khususnya teman-teman TS. "Apakah bedanya TS dengab istrinya, bukankah mereka sama-sama korban narkotika?" Pertanyaan tersebut tentunya masih dapat dijawab dengan berbagai alasan dan sikap BNN pun tak dapat dinilai dari pengamatan sebuah kasus semata. Tertangkapnya MT bisa membuka kita kepada pencerahan terhadap sikap BNN yang seakan mengacu pandangannya ke kalangan selebritas dan mengacuhkan para bos-bos narkoba yang tahun lalu diciduk habis-habisan. 

Yang pasti, janganlah opini ini membuat kita menilai BNN secara sepihak dan menunggu respon mereka selanjutnya terhadap kasus terbaru ini. Yang pastu, wahai BNN, kami mungkin dapat menunggu namun para "pembunuh generasi muda" selalu mengintai celah yang ada untuk mengganggu. 

Salam cerdas, 



Anak Bangsa