Mohon tunggu...
Nino Histiraludin
Nino Histiraludin Mohon Tunggu...

Mencoba membagi gagasan. Baca juga di www.ninohistiraludin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

Hoax kah? PKS Bela Pertemuan Fadli dan Setya

14 September 2015   22:52 Diperbarui: 14 September 2015   22:52 528 4 4 Mohon Tunggu...

Seperti sudah diduga sebelumnya, Fachri Hamzah yang juga salah satu pimpinan DPR membela mati-matian 2 rekan sesame pimpinan saat bertemu Donald Trump. Cara membelanya pun sudah kayak pemain sirkus, gelap mata, membabi buta dan hantam kromo. Tidak ada logika, aturan dan empati yang tersirat maupun tersurat. Bila begitu, benarkah Partai Keadilan Sejahtera sudah berubah ideologinya dari ideologi Islam menjadi ideologi liberal bahkan tanpa ideologi?

Mari kita simak pernyataannya yang dikutip berbagai media edisi akhir pecan lalu.

Pernyataan pertama "Tolonglah kita melihat ini secara positif. Dan tidak layak anggota DPR itu saling melaporkan, itu tidak bagus. Anggota DPR itu dilaporkan kalau dia diserang. Kalau dia menempeleng (bisa dipersoalkan), tapi untuk opini publik tidak boleh".

Pernyataan kedua "Dia (Donald Trump) kan belum jadi calon, dia baru konvensi Partai Demokrat dan Republik. Setelah itu masuk TV, disorot, menurut saya itu luar biasa. Karena itu juga berefek kepada orang mengenal Indonesia dan itulah kultur egaliter. Orang di Amerika itu biasa. Kita pakai kultur agak global dikit dong, jangan main tersinggung-tersinggungan begitu,"

Pernyataan ketiga "Pak Nov (Setya Novanto) itu sendiri kan banyak berkecimpung di dunia usaha, jadi dia lebih tahu dengan situasi dunia usaha,".

Pernyataan keempat "Perlu dicatat, kampanye di Amerika itu belum dimulai. Serangan terhadap DPR ini berlebihan, sampai agak memuakkan juga jadinya,". Sebenarnya masih banyak pernyataan yang lainnya yang sesat pikir tapi baiklah kita kupas cukup 4 pernyataan ini saja.

Ini Letak Sesatnya

Pernyataan Pertama, kenapa yang dicontohkan hanya contoh tipiring? Banyak perilaku lain yang banyak menimpa anggota DPR yang didiamkan saja. Pelanggaran ringan yang sudah jamak dan tidak saling menegur di DPR misalnya tidur saat sidang, membolos, titip absen dan lainnya. Yang pelanggaran berat, lihat saja sekarang sudah berapa anggota DPR masuk tahanan gegara korupsi? Itu akibat pembiaran dan budaya ini tidak boleh diterus-teruskan, harus dihentikan.

Pernyataan Kedua, baik masih bakal calon maupun sudah menjadi calon sebaiknya dihindari. Sudah banyak artikel yang membedah tentang siapa jati diri Donald Trump. Baik sosok pribadi maupun jenis usahanya. Selain itu problem yang sangat parah, Fadli Zon dan Setya muncul waktu pembukaan kampanye dan atribut yang diperkenalkan adalah Ketua DPR.

Pernyataan Ketiga, apakah menjadi sah sesame pengusaha bebas bertemu manakala dia menjabat sebagai pejabat publik? Bukannya justru terbalik, ketika menjabat jabatan publik maka kepentingan pribadi harus ditinggalkan bukan malah dimanfaatkan bagi kepentingan pribadi.

Pernyataan Keempat, penggunaan kata “serangan” sudah membelokkan makna. Siapa yang menyerang? Apa parameter yang bisa digunakan untuk memaknai kritikan, kecaman hingga laporan disimpulkan sebagai serangan? Jawab saja pada substansinya bukan mengalihkan persoalan. Lama-lama lontaran Fachri Hamzah sudah seperti kadernya yang bebal itu, Jonru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x