Mohon tunggu...
Ningrat DelviaMargaretha
Ningrat DelviaMargaretha Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Penggunaan Rumus Cepat

3 Desember 2021   11:54 Diperbarui: 3 Desember 2021   12:11 113 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun


Mengajarkan Penggunaan Rumus Cepat dalam Belajar Matematika di Sekolah itu Perlu

Ningrat Delvia Margaretha

Mahasiswa Jurusan Matematika UNESA

ningratdelvia05@gmail.com

Matematika merupakan suatu pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Membelajarkan siswa untuk berpikir kritis itu penting, karena berpikir kritis melatih siswa untuk berpikir logis dan ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kesehariannya. Matematika dapat menumbuhkan adanya rasa ingin tahu dalam membuat prediksi dan dugaan sehingga membuat siswa akan mencoba-coba untuk menemukan hal-hal baru yang lebih efektif.

Matematika selalu berkembang dari dulu hingga sekarang bahkan nanti. Munculnya banyak ide ide baru membuat pembelajaran matematika akan lebih menarik dan dan inovatif. Sebagian diantaranya ialah membuat ide – ide baru dalam membuat cara cepat atau rumus rumus baru dalam pengerjaan matematika, agar lebih mudah diingat dan simpel. Adanya cara cepat ini memang sangatlah membantu siswa untuk mengarjakan soal- soal matematika agar lebih mudah dan cepat. Dan menurut saya, penggunaan cara cepat ini sebenarnya sangat penting untuk dipelajari peserta didik agar lebih imajinatif dan mengasah kemampuan berpikir kreatif.

Saat di sekolah, siswa diberikan konsep, definisi, rumus dan cara pengerjaan secara formal, yang berarti siswa harus mengerjakan sesuai dengan cara yang diberikan oleh guru atau yang tercantum dalam buku. Sedangkan tujuan matematika sendiri adalah mengembangkan pemikiran kreatif siswa.

Jika siswa hanya mengerjakannya sesuai dengan apa yang tertera dalam buku, menurut saya ini kurang dalam mengembangkan kemampuan kreatif siswa dan membuat pembelajaran matematika menjadi monoton bahkan dianggap harus menghafal rumus-rumus sehingga melupakan teori, konsep dan makna yang seharusnya siswa pahami untuk diterapkan dalam kehidupan.

Inilah yang menyebabkan sebagian siswa tidak menyukai matematika yang dianggap sulit dan harus menghafal rumus-rumus yang membingungkan. Ditambah lagi dengan jenis jenis soal matematika yang sangat bervariatif, meskipun memiliki konsep pengerjaan yang sama, sebagian siswa masih bingung dan memerlukan waktu yang lama untuk dapat menyelesikan soal tersebut. Ini karena sebagian besar waktu pengerjakan digunakan untuk mengingat rumus rumus dan tahap tahap pengerjaan sesuai pada buku.

Pengajaran penggunaan cara cepat pada siswa dalam pembelajaran matematika di sekolah akan sangat membantu siswa untuk memahami matematika dengan cara berpikirnya sendiri. Ini juga akan membuat siswa berpikir lebih luas dan kreatif mengenai matematika dan dapat mendorong siswa untuk tertarik dalam menciptakan rumus rumus cepat yang baru dalam mengerjakan soal matematika.

Lalu bagaimana cara menbuat cara cepat? Yaitu dapat dengan mengotak-atik rumus yang ada, kemudian membandingkannya dengan rumus lain dan mencampurkan rumus tersebut, lalu membuatnya lebih sederhana dan simpel untuk diingat.

Saya mengambil contoh yaitu permasalahan dalam mengerjakan soal soal mengenai lingkaran. Yang diajarkan umumnya adalah cara mencari luas saat diketahui jari-jarinya atau diameternya, sedangkan ketika menghadapi persoalan untuk mencari luas lingkaran jika diketahui kelilingnya, membuat sebagian siswa mungkin masih bingung dan mengambil waktu untuk mengingat rumus dan tahap tahap pengerjaannya. Tetapi, apabila siswa dilatih untuk mengotak-atik rumus sebelumnya dan mencari cara menemukan pemecahan masalah yang lebih singkat dan efisien, siswa akan dengan mudah dan lebih cepat dalam menyelesaikan soal matematika tersebut.

Contoh membuat Rumus Cepat :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan