Mohon tunggu...
niken nawang sari
niken nawang sari Mohon Tunggu... Ibu Rumah Tangga. Kadang nulis juga di www.nickenblackcat.com

Ibu Rumah Tangga yang suka jalan-jalan ke bangunan kolonial, suka menulis hal berbau sejarah, dan suka di demo 2 ekor kucing. Blog pribadi www.nickenblackcat.com

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Heritage Tour JIBB, Memperkenalkan Batik Lokal ke Dunia Internasional

5 Oktober 2018   23:26 Diperbarui: 5 Oktober 2018   23:35 0 2 1 Mohon Tunggu...
Heritage Tour JIBB, Memperkenalkan Batik Lokal ke Dunia Internasional
SMK N 2 Gedangsari. dokpri

Pada tanggal 4 Oktober 2018, para peserta JIBB melakukan heritage tour ke wilayah Gunung Kidul. Peserta berangkat dari hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menggunakan kendaraan yang sudah disediakan oleh panitia. JIBB kepanjangan dari Jogja International Batik Biennale diselenggarakan di Yogyakarta sebagai salah satu tanggung jawab Yogyakarta yang menyandang kota batik sejak tahun 2014. Sedangkan heritage tour ini merupakan salah satu rangkaian dari puncak acara JIBB 2018.

Heritage tour kali ini peserta diajak mengunjungi perajin batik (Batik Nada) di Gunung Kidul, SMK N 2 Gedangsari dan desa Manding Siberkreasi. Perjalanan menuju lokasi pertama membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Di batik Nada peserta diperkenalkan dengan batik-batik yang sudah dihasilkan oleh perajin, salah satunya batik khas Gunung Kidul. Setelah mengunjungi perajin batik, peserta kemudian diajak menuju SMK N 2 Gedangsari.

Sementara itu di SMK 2 Gedangsari sudah terlihat suasana persiapan menyambut peserta JIBB. Terik matahari yang sudah bergerak menuju puncak tidak menyurutkan semangat para siswa dan guru untuk melakukan "gladi resik". Pasukan tonti terlihat berlatih baris-berbaris sambil sesekali mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Di sudut lain terlihat para model fashion show juga sedang merias wajahnya dengan bersemangat. Terlihat beberapa raut wajah tegang, mungkin mereka khawatir jika terjadi sedikit kesalahan saat menyambut  para peserta JIBB.

berbaju putih presiden WCC Asia Pasific, GKR Hemas, dan bupati Gunung Kidul, Hj.Badingah S.Sos. dokpri
berbaju putih presiden WCC Asia Pasific, GKR Hemas, dan bupati Gunung Kidul, Hj.Badingah S.Sos. dokpri
Sekitar pukul 10 lebih sedikit, peserta mulai memasuki gerbang SMK N 2 Gedangsari yang disambut oleh pasukan tonti sekolah tersebut. Di dalam rombongan terlihat pula GKR Hemas, GK Ratu Ayu Paku Alam X, Presiden WCC-Asia Pasifik Dr.Ghada Hijjawi Qadumi dan Bupati Gunung Kidul Hj.Badingah S.Sos. Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari GKR Hemas selaku ketua Dekranasda DIY. 

Dalam sambutannya GKR Hemas mengatakan bahwa Yogyakarta sebagai kota batik dunia memiliki tanggung jawab melestarikan batik dan diharapkan batik-batik yang dihasilkan mampu bersaing ke dunia internasional.

siswa SMK N 2 Gedangsari sedang membatik. dokpri
siswa SMK N 2 Gedangsari sedang membatik. dokpri
Acara kemudian dilanjutkan dengan melihat pembuatan batik yang dilakukan oleh para siswa SMK N 2 Gedangsari. Pembuatan batik disini menggunakan pewarna alam dikarenakan warna alam lebih ramah lingkungan. 

Selain itu, kegiatan membatik  disini sudah masuk ke dalam KBM SMK N 2 Gedangsari. Peserta juga diajak melihat karya-karya para siswa di dalam showroom batik SMK N 2 Gedangsari. Setelah berkeliling, peserta kemudian disuguhi dengan fashion show batik di halaman SMK N 2 Gedangsari.

fashion show. dokpri
fashion show. dokpri
desa manding, kepek, wonosari. dokpri
desa manding, kepek, wonosari. dokpri
Tempat tujuan terakhir dalam heritage tour kali ini adalah desa Manding Siberkreasi, Kepek, Wonosari. Letaknya tidak jauh dari alun-alun Wonosari, jika menggunakan sepeda motor mungkin tidak sampai memakan waktu 20 menit. Desa Manding ini memiliki tembok-tembok rumah yang dihiasi dengan berbagai macam motif batik. 

Sebagian besar warganya juga merupakan perajin batik yang membuka toko-tokonya di rumah masing-masing. Peserta JIBB terlihat antusias melakukan tur di desa Manding, beberapa peserta kemudian melakukan foto-foto dengan background tembok yang sudah dibatik dan banyak juga yang memasuki rumah-rumah warga untuk melihat pembuatan batik. 

Selain itu peserta juga diajak untuk menggoreskan karya batiknya di dinding yang sudah disediakan oleh warga. Yogyakarta sebagai kota batik dunia, memiliki beragam corak batik yang bermacam-macam sangat diharapkan bisa maju ke dunia internasional melalui JIBB.

peserta JIBB diajak menggoreskan kanvas di dinding. dokpri
peserta JIBB diajak menggoreskan kanvas di dinding. dokpri