Mohon tunggu...
Inovasi

Radio Saja Berkembang, Penyiarnya Kapan?

23 September 2015   10:51 Diperbarui: 23 September 2015   11:29 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Radio, siapa yang tidak tahu radio? Apalagi bagi anak-anak kaum muda zaman sekarang yang uptodate dengan perkembangan teknologi. Radio juga sebagai media massa yang berfungsi untuk menginformasikan berita, informasi, isu-isu yang terbaru serta menghibur para pendengarnya dengan lagu-lagu hits dan candaan-candaan ringan dari DJ. Perkembangan radio di Indonesia tidaklah mudah dan penuh lika-liku.

Perjalanan awal radio datang sampai ke Indonesia seperti yang dilansir oleh http://m.jpnn.com/news.php?id=325839, demi mewujudkan adanya radio antara Hindia Belanda dengan Belanda, Cornelis Johannes de Groot mendirikan pemancar di kaki gunung Malabar. Kemudian semakin lama semakin berkembang dan bersaing dengan teknologi-teknologi yang semakin baru dan semakin canggih. Hingga radio yang sekarang sudah menjadi radio streaming yang bisa dinikmati banyak orang hanya dengan menggunakan teknologi internet.

Jika perkembangan radio ini dikaitkan dengan teori determinisme, dimana teori McLuhan ini mengungkapkan bahwa “kita menciptakan peralatan komunikasi, dan kita juga yang menggunakan peralatan tersebut hingga peralatan tersebut berhasil mempengaruhi kita”. Sama hal nya dengan kita menciptakan radio sebagai alat komunikasi, namun sekarang kita bisa bergantung pada radio untuk memberikan informasi-informasi yang terkini.

Perkembangan radio dari awal berdirinya hingga sekarang seharusnya diimbangi dengan perkembangan orang-orang yang menikmati radio sendiri. Sesuai dengan Undang Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 pasal 1 yang menyebutkan bahwa “Penyiaran adalah kegiatan pemancaraluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut attau di antariksa dengan menggunakan spectrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran”. Oleh sebab itu, penyiaran harus memiliki fungsi yang konsisten, yaitu menididik, menginformasikan, menghibur, kontrol sosial, mempromosikan dan lain sebagainya.

Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan radio ini, kita sebagai penikmat radio yang biasanya hanya duduk dan mendengarkan radio, kini bisa menjadi seorang broadcaster radio yang menyiarkan acara radio yang biasa kita dengarkan. Hal itu bukanlah perkara sulit jika kita mau belajar dan berani memulai sesuatu yang baru. Cukup kumpulkan terlebih dahulu tekad anda dan percaya dirilah bahwa anda bisa melakukannya.

Ada beberapa tips yang dikutip dari buku Broadcasting to be Broadcaster (Arifin, 2010:96-97) yang bisa digunakan bagi kalian yang mau mencoba menjadi broadcaster pemula :

  1. Milikilah motivasi yang kuat dari dalam dirimu sendiri serta penguasaan diri yang baik.

Penyiar harus tetap bisa bersikap tenang dan baik-baik saja dalam segala kondisi yang sedang dialaminya (bersikap professional) karena penyiar harus bisa menjiwai setiap program yang sedang ia bawakan.

  1. Disiplin dan bertanggung jawab

Dilihat dari jam kerja penyiar yakni pelayanan dan pencari berita yang semuanya serba terjadwal tanpa melimpahkan kesalahan kepada oranglain saat menghadapi masalah.

  1. Integritas

Konsisten dalam menyampaikan berita atau saat membuat laporan berita

  1. Milikilah wawasan penyiaran

Ini adalah proses dimana kita dituntut untuk tidak cepat puas dan mau terus memperbaharui tentang situasi dan kondisi baik ilmu politik, budaya, ekonomi dan musik baik formal maupun informal.

  1. Team works

Dapat melakukan kerja sama tim yang baik. Karena dalam sekali siaran melibatkan banyak orang seperti operator, teknisi, penyiar, kepala radio, dan masih banyak lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun