Mohon tunggu...
GoDok Indonesia
GoDok Indonesia Mohon Tunggu... Editor -

Aplikasi kesehatan yang menyajikan layanan Tanya Dokter Gratis dan Ragam Artikel seputar kesehatan, gaya hidup, keluarga hingga ragam penyakit

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Bolehkah Spa Bayi Dilakukan?

11 Desember 2017   14:40 Diperbarui: 11 Desember 2017   14:46 1129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika Anda memiliki bayi, pasti Anda ingin memberikan perawatan yang terbaik. Mulai dari pilihan makanan, kenyamanan tempat tidur, mainan, hingga hiburan lain. Namun, pernahkah Anda terpikir untuk memberikan si kecil perawatan spa khusus bayi? Apakah spa bayi tersebut? Pentingkah dilakukan untuk tumbuh kembangnya?

Yuk, intip mengenai spa bayi melalui pemaparan dari Go Dok berikut ini!

Spa bayi merupakan salah satu bentuk perawatan bagi si kecil yang ditujukan untuk kesehatannya. Seorang pemilik spa bayi di Perth, Australia, Anita Yap, Spa bayi memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti untuk meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kapasitas paru-paru, mengeluarkan udara dan gangguan pencernaan, serta mendukung pertumbuhan otot.

Spa bayi yang ia jalani berdurasi sekitar 45 menit, yang termasuk dengan hidroterapi dan pijat untuk si bayi. Pada tindakan hidroterapi, bayi akan ditempatkan di kolam renang, dengan bantuan ban pelampung untuk menopang kepalanya. Bayi akan dibiarkan mengambang secara vertikal.

Pada satu sisi, terdapat beberapa manfaat baik dari menempatkan si bayi di kolam renang. Berdasar informasi yang dilansir dari sg.theasianparent.com, kegiatan berenang dan terapi air dapat meningkatkan tumbuh kembang si anak. Selain itu, bayi yang dibiarkan berenang akan dapat memiliki koordinasi yang lebih baik, seperti untuk menggenggam benda.  Selain itu, hidroterapi juga dipercaya dapat mengatasi bayi rewelmenjadi lebih tenang dan tidur lebih baik.

Meski demikian, beberapa pendapat ahli serta grup internasional tidak menyarankan spa bayi tersebut. Pasalnya, spa untuk bayi memiliki beberapa dampak 'merusak' secara emosional, saraf,  dan perkembangan fisik. Menurut Essentialbaby.com.au, pendiri dari Birthlight, Francoise Freedman mengatakan bahwa penggunaan pelampung leher pada bayi secara rutin dapat menyebabkan implikasi jangka panjang.

Ketika bayi yang berusia di bawah lima bulan mengambang secara vertikal di air, dengan topangan pelampung pada bagian leher, dapat membatasi si bayi bergerak bebas. Selain itu, dalam posisi tersebut, bayi akan menerima tekanan pada tulang belakang yang lunak dan halus di bagian leher, serta peregangan pada ligament dan otot. Padahal, menurutnya, perkembangan bayi pada usia tersebut sedang difokuskan pada pertumbuhan di bagian kepala dan pergerakan kepala.

Selain itu, pada saat menggunakan pelampung leher, bayi akan terisolasi dari apapun. Bayi jadi tidak bebas bergerak, bahkan berekspreasi menggunakan bahasa tubuh ketika gerakannya tertahan oleh adanya pelampung leher tersebut. Padahal, seharusnya, ketika berada di dalam air, bayi dapat berekspresi secara bebas.

Rasa terasing dari hal-hal lain bisa saja menjadi hal yang menyenangkan bagi Anda ketika sedang penat dan membutuhkan relaksasi. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada bayi Anda. Ia justru merasa terasingkan, baik secara fisik atau emosional.

Manajer Swimming Teachers Association (STA), Kayle Burgham, mengatakan bahwa seharusnya kegiatan berenang pada bayi menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Bayi seharusnya merasakan ikatan dan kontak dengan Anda sehingga merasakan ketenangan, rasa aman, dan lingkungan yang menyenangkan di dalam air.

Selain kegiatan hidroterapi, kegiatan pijat saat spa bayi juga memiliki dampak buruk bagi si kecil. Menurut pelatih dari International Association of Infant Massage Sylvie Hetu, ketika bayi dipijat oleh orang asing, itu sama saja mengajarkan bayi bahwa dia bisa disentuh oleh orang yang tidak dikenal secara intim. Hal tersebut buruk untuk dipahami demikian oleh si kecil karena dapat terbawa seumur hidup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun