Mohon tunggu...
Cinta Renjana
Cinta Renjana Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Naskah Drama Opera, Hoby Otodidak

Menulis, menulis dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Suara Kang Ebet Kadarusman, Masih Terngiang

2 Mei 2018   18:20 Diperbarui: 2 Mei 2018   18:27 1056
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi | onair2016.blogspot.co.id

Suara Kang Ebet Kadarusman, masih terngiang

Orang generasi 'jadul' yang senang dengarkan radio, siaran shortwave Radio Australia pasti kenal dengan suara sang penyiar yang disebut 'kang Ebet Kadarusman'.
Jaman waktu itu, kalau nggak salah ingat, sekitar taoon 70an. 

Radio yang saya pakai untuk dengarkan, radio buatan saya sendiri, masih pakai tabung, teknologi transistor baru mulai muncul, tapi masih jarang.
Oya, ...
Disiplin ilmu yang saya pelajari, teknik elektro arus lemah, atau elektronika.

Saya bisa dikatakan 'maniak radio' sejak masih remaja, belasan tahun, sampai hari ini, saya tetap pendengar radio, nyaris radio di kamar pribadi tidak pernah saya matikan. Saat menulis tulisan ini, saya juga sambil dengarkan Radio FM.

Waktu mendapat kiriman dari Radio Australia, katalog dan berkas pelajaran bahasa inggris, saya senang banget.

Sekian tahun kemudian, kang Ebet menghilang dari siaran ABC Radio Australia. Terus awal tahun 90an beliaunya jadi pemandu acara 'Salam Canda' di stasiun TV swasta Indonesia.

Nah, ...
Di acara inilah, selalu saya dengar pesan penutup acara yang kang Ebet Kadarusman sampaikan.

"Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik"

Pesan penutup itu, takkan terlupakan seumur hidup, selalu saya ingat.
~~~
Beliau kang Ebet Kadarusman memang sudah Almarhum, namun masih ada di'ingatan dan masih ada dihati.
Dan, ...
Sore jelang petang hari ini, saya berimajinasi, bertemu dengan beliau.

Saya asyik berbincang tentang masalalu, meski usia saya 14 tahun lebih muda, namun bincang kami bisa nyambung juga, dari jaman beliau masih ada di Australia sampai kembali ke Indonesia. 

Sampailah pada pesan penutup kang Ebet Kadarusman sampaikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun