Mohon tunggu...
Hammad Rosyadi
Hammad Rosyadi Mohon Tunggu... -

Seorang penulis freelance yang baru terjun ke dunia maya bulan agustus lalu. Kunjungi: http://nettik.net

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Kiat Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

1 Juni 2017   09:01 Diperbarui: 1 Juni 2017   09:07 2082
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
catatanakhirzaman[dot]com

Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam pernah menyampaikan tentang fase atau periode yang dilalui umat Islam. Singkatnya, ada 5 periode yang akan dan telah dilalui oleh umat Islam. Kelima periode tersebut adalah periode kenabian, periode kepemimpinan dengan metode kenabian, periode kepemimpinan secara dinasti yang memaksakan, periode kepemimpinan diktator dan kepemimpinan dengan metode kenabian kembali.

Ketige periode yang disebutkan di atas telah kita lalui. Periode pertama adalah dimana Rasulullah langsung yang menjadi pemimpin bagi umat Islam. Sedangkan periode kedua adalah masa dimana 5 khalifah, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Hasan, memimpin kaum muslimin selepas wafatnya Rasulullah. Adapun periode ketiga, yaitu ketika para pemimpin kaum muslimin memaksakan metode dinasti dalam kepemimpinannya, namun masih menjadikan syariat Islam sebagai landasan hukum pada pemerintahannya. Periode ini berakhir pada tahun 1924, alias hampir 100 tahun yang lalu.

Saat ini, kita berada pada periode keempat, dimana kepemimpinan yang memimpin kaum muslimin di berbagai penjuru dunia menunjukkan kediktatorannya. Walaupun secara zhohirnya mereka adalah sama dengan kaum muslimin pada umumnya, akan tetapi sangat disayangkan, ternyata kebanyakan dari mereka hanyalah sebatas kepanjangan tangan dari Blok-blok Barat ataupun Blok-blok Timur yang tidak suka kaum muslimin hidup dalam kebebasan.

Pada saat ini pula, kita dapat mendapati begitu banyak penindasan, tekanan dan fitnah yang ditujukan kepada kaum muslimin dari orang-orang barat. Mulai dari tuduhan terorisme, penghapusan etnis, pelarangan berkunjung, hingga penjajahan yang masih diderita oleh kaum Muslim di Palestina. Kita tidak mengeluhkannya dan tidak mencela zaman ini, karena ini sendiri merupakan bukti kebenaran sabda Rasulullah 1400 tahun yang lalu mengenai suatu periode yang pasti dilalui oleh umat Islam. Namun, kita juga tidak menyerah dengan apa yang menimpa kita ini.

Rasulullah menyebutkan, bahwa pada periode ini, umat Islam umpama buih di lautan. Artinya, banyak jumlahnya, namun tidak memiliki gelombang sendiri, alias hanya mengikut arus saja. Kita dapati, umat Islam yang saat ini berjumlah lebih dari 1 miliar atau setara dengan 1/7 penduduk dunia tidak mampu untuk membuat dobrakan dalam berbagai peristiwa di dunia. Bahkan, masih belum mampu membebaskan bumi Palestina yang mulia.

"Laa, antum yauma-idzin katsiirun, walaakinnakum ghutsaa-un ka ghutsaa-is sail"

Masih dalam hadits yang sama, beliau menyampaikan sebab dari lemahnya umat Islam di masa ini. Ada dua hal yang beliau sebutkan, yaitu cinta dunia dan takut mati. Kedua hal inilah yang beliau anggap sebagai dasar atau pondasi dari lemahnya kekuatan umat Islam pada periode keempat. Sebelum beliau menyebutkan ini, sebagian sahabat menyangka umat begitu lemah karena jumlahnya lebih sedikit dari jumlah umat Islam ketika itu.

"Hubbud-Dunya, Ro'su kulli khothii-atin"

Cinta dunia, dalam hadits yang lain, disebutkan ia adalah kepala dari setiap keburukan. Seolah-olah, di hadits yang sebelumnya disebutkan, Rasulullah ingin menyampaikan bahwa kaum muslimin ketika itu sudah begitu banyak melakukan keburukan, sehingga beliau hanya menyebut pokok dan akar dari permasalahan tersebut, yaitu cinta dunia. Karena, ketika hati seseorang sudah diliputi dengan kecintaan kepada dunia, maka segala hal akan ia halalkan, tidak lagi memperdulikan mana halal dan haram, bahkan tidak peduli dengan bagaimana kondisinya di akhirat.

Cinta dunia juga, yang dapat menghilangkan rasa kemanusiaan dari hati manusia. Sehingga, manakala melihat saudaranya dizhalimi, diusir, dijajah dan dibunuh, tidak terlintas sedikitpun di hatinya untuk peduli lagi kepada mereka. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana dirinya kaya, kaya dan terus semakin kaya, bagaimana pun caranya.

Maka, hal yang harus menjadi menjadi perhatian dan pondasi dalam perbaikan umat saat ini adalah perbaikan hati. Bagaimana membenahi, meluruskan dan membersihkan hati dari segala macam kecintaan pada dunia, agar akal kaum muslimin dapat diajak berbenah dan bersatu. Agar seluruh anggota tubuh kaum muslimin saat ini dapat dirapatkan, menuju satu perbaikan yang lebih besar, yaitu perbaikan dan persatuan guna menyongsong satu kepemimpinan yang akan memimpin umat pada fase kelima, fase kepemimpinan dalam metode kenabian oleh Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu. [Baca juga: Ciri-ciri Kedatangan Dajjal]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun