Mohon tunggu...
NESOSMEDIA
NESOSMEDIA Mohon Tunggu... @Ragamnesia

Media ini sebagai wadah menampung dan menyambung ide dan gagasan tentang isi dari bumi Indonesia ūüáģūüá©.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pentingnya Berorganisasi| Nesosiana

16 Oktober 2019   18:50 Diperbarui: 5 November 2019   23:35 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pentingnya Berorganisasi| Nesosiana
( Image : illustration)

Nesosiana| Jakarta - Setiap manusia tidak dapat menafikan bahwa dia membutuhkan sesamanya untuk mampu membentuk dirinya, bertahan hidup, membentuk dan mewujudkan peradabannya yang lebih humanis. Dalam pada itu, menegaskan pada mahkluk sosial akan pentingnya bekerjasama. Praktik ini dapat kita temukan dengan jelas di organisasi.

Organisasi menurut pandangan Gibson, Ivancevich, Donelly (2000: 5) adalah sebagai entitas yang memungkinkan masyarakat mengejar penyelesaian yang tidak dapat dicapai oleh individu yang bertindak sendiri. Tidak untuk memperdebatkan definisi dari organisasi itu sendiri,  namun yang perlu adalah maksud saya meminjam pendefinisian ini untuk lebih menegaskan bahwa berorganisasi sebagai upaya mempetajam dan meningkatkan kerjasama diantara sesama anggota untuk suatu tujuan tertentu yang adalah cita-cita bersama.

Berorganisasi juga merupakan hak kita sebagai warga negara Indonesia yang jelas tertuang dalam UUD 1945 pasal 28 E ayat 3. Dalam ayat tersebut, dikatakan bahwa "setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat". Maka dari pada itu, berorganisasi bukan merupakan hal yang tabu lagi seperti di masa orde baru, justru sebaliknya sebagai suatu upaya pernyataan diri ke dalam ranah sosialnya.

Gotongroyong adalah dasar dari pancasila, dalam masyarakat Lamaholot disebut gemohing, sudah mendarahdaging dalam jiwa berbangsa kita. Hal ini bisa kita telusuri dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah.  Kita perlu gotongroyong,  kita perlu gemohing, kita perlu persatuan dan kesatuan, menggalang kekuataan memikul setiap ide dan gagasan dalam bakti pada nusa dan bangsa.

Keluarga Besar Mahasiswa dan Pemuda Lembata jabodetabek (KEMADABAJA) atau yang sering dikenal Kemada-baja (Dalam bahasa lamaholot artinya ikat pinggang dari baja). Merupakan salah satu organisasi daerah yang berasaskan kekeluargaan sebagai bentuk dari upaya melestarikan budaya musyawarah orang Lamaholot dalam menyelesaikan setiap permasalahan tanpa mengesampingkan nilai etika dan moral yang diturunkan oleh nenekmoyang kita. Organisasi ini, kini mampu menjadi wadah bagi masyarakat Kabupaten Lembata yang berdomisili di Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi, terkhususnya kaum pemuda dan mahasiswa yang katanya dalam sejarah bangsa Indonesia telah banyak bersumbangsih jiwa mau pun raga sekali pun.

Setiap orang yang merantau pasti saling merindukan saudara-saudarinya,  ingin saling mengenal antara sesamanya maka sampai dalam umur yang ke-14 ini KEMADABAJA hadir sebagai media komunikasi antar sesama kita orang Lembata di Jabodetabek, juga mengajak seluruh kaum pemuda dan mahasiswa selaku generasi bangsa untuk mengembangkan bakat dan minatnya seperti di bidang Jurnalis, seni, olaraga, sosial, kewirausahan sebagai bekal masadepan. 

Ber-KEMADABAJA mengajak kita untuk tetap melestarikan kekayaan budaya, semisal dari tarian Baleo,  tarian Ta'an tou dan masih banyak lagi yang adalah kekayaan yang kita miliki sebagai salah satu identitas kita yang pada akhir-akhir ini semakin memudar.

Di era milenial yang serba-serbi ini, jatidiri tetap harus dijaga sebab jika tidak bangsa lain akan mudah menghancurkan bangsa ini hanya dengan, misalkan mencekoki fun,  food,  fashion. Banyak persoalan yang terjadi di bangsa ini, terkhususnya di daerah kita tercinta, kabupaten Lembata.  Disini sangat dibutuhkan peran pemuda dan mahasiswa dengan berbagai keahlian di bidangnya masing-masing untuk dikolektifkan sebagai bentuk solidaritas bersama. Setiap kita berkewajiban menjadi generasi yang berkarater, berdedikasi tinggi, bermoral dan berakhlak mulia membawa nama baik Lewotanah-Leu Auq, dan Nusantara.

Semangat pemuda dan mahasiswa harus kembali berkobar, menjadi ujung tombak pembawa perubahan, menjadi kaum yang sadar akan fungsi dan tanggungjawabnya dengan tetap bersandar pada cita-cita yang telah disepakati bersama. Sekali lagi, berorganisasi itu penting! Merupakan pengejawantahan diri sebagai mahkluk sosial, yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

"Komitmen, disiplin, terutama solidaritas dalam semangat revolusioner adalah modal kita dalam mewujudkan cita-cita bersama"

(Vance Watoutan) 
(Vance Watoutan) 

Penulis adalah mahasiswa Universitas Bung Karno Jakarta, juga menjabat sebagai Ketua Umum Kemadabaja periode 2019-2020| aktivis GmnI cabang Jakarta Pusat.