Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pelajaran Penting dari Spekulasi Kematian Kim Jong Un

2 Mei 2020   18:24 Diperbarui: 2 Mei 2020   22:31 582
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kim Jong Un (ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS)

Sejak bermunculan berbagai macam spekulasi mengenai kesehatan orang nomor satu Korea Utara Kim Jong Un, penulis menolak berkomentar apalagi menulis tentang arus informasi yang tak terbendung.

Namun, kali ini hati penulis berani menggerakkan jari-jemari untuk menuangkan pikiran penulis yang dipendam selama beberapa waktu sejak rumor kesehatan hingga kematian Kim Jong Un mulai beredar.

Kim Jong Un, pemimpin yang dijuluki sebagai penerus hebat dari Dinasti Kim ini dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut juga berhasil menggemparkan jagat maya dengan hastag #KIMJONGUNDEAD.

Kemudian media massa pun tak tinggal diam memberitahukan segala sesuatu tentang Kim Jong Un. Mulai dari operasi jantung hingga sosok yang kemungkinan menggantikan posisinya jika kemudian Korea Utara tidak menepis rumor kematiannya.

Awalnya, Kim Jong Un dilaporkan menderita sakit jantung yang dikaitkan dengan obesitas, rokok dan aktivitasnya yang padat. Kemudian ia melakukan prosedur operasi kardiovaskular pada 12 April dan menjalani proses pemulihan di sebuah vila yang berlokasi di kawasan Hyangsan County (Daily NK via Kompas).

Berdasarkan rumor yang beredar, pasca operasi dan sementara menjalani pemulihan, Kim Jong Un seakan menghilang ditelan bumi, bahkan suami Ri Sol Ju ini tidak hadir pada saat Korea Utara merayakan ulang tahun kakeknya, Kim Il Sung yang juga sebagai pendiri Korea Utara.

Momen ini semakin meyakinkan publik untuk percaya terhadap berita kematian Kim Jong Un bahwa kematiannya bukan sekedar rumor atau isu karena Kim Jong Un tidak pernah vakum dalam perayaan ulang tahun sang kakek. Belum lagi, informasi dari media seakan menembus batas-batas logika yang masih meragukan kabar tersebut.

Kabar terakhir pada tanggal 01 Mei, dari Ji Seong-ho, yang kini menjadi politikus Korea Selatan, mengaku telah diberitahu bahwa Kim Jong Un meninggal minggu lalu bahkan ia sendiri yakin "99 persen" bahwa kematian Kim Jong Un benar dan akan segera diumumkan oleh pemerintah Korea Utara (The Sun via Detik.com).

Namun, berbagai spekulasi dan informasi yang over pede ini benar-benar dibungkam setelah Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada tanggal 02 Mei melaporkan bahwa Kim Jong Un didampingi oleh beberapa pejabat senior Korea Utara, termasuk saudara perempuannya Kim Yo Jong menghadiri acara peresmian salah satu pabrik pupuk di Korea Utara.

Publik selama ini terkecoh dengan propaganda segelintir orang dan mungkin media massa yang memiliki paham yang bertolak belakang atau berkontradiksi dengan paham yang dianut oleh Korea Utara dan gaya kepemimpinan Kim Jong Un.

Munculnya Kim Jong Un sejatinya menjadi pelajaran penting bagi publik untuk tidak cepat larut dalam berbagai spekulasi, rumor dan isu mengenai Kim Jong Un dan Korea Utara secara keseluruhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun