Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Kritikus Sosial | Pegiat Budaya

Penulis amatiran yang berwajah preman tapi berhati malaikat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

"Moen Lanan ma Fe Lanan", Tradisi Perkawinan Sepupu Suku Dawan (Timor)

5 Maret 2020   08:01 Diperbarui: 29 April 2020   09:28 1064 28 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Moen Lanan ma Fe Lanan", Tradisi Perkawinan Sepupu Suku Dawan (Timor)
Oko Mama, media penting dalam tradisi perkawinan Suku Dawan Timor | Dokpri

Perkawinan sepupu bisa menyebabkan kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan. 

Dalam tradisi perkawinan Suku Dawan (Timor), anak-anak lebih banyak mendengar orang tua dalam urusan penentuan jodoh, bukan hanya sekedar memilih pasangan yang sudah mapan tetapi juga untuk menghindari hal-hal yang dianggap tabu dalam budaya.

Pada umumnya, syarat menikah bagi laki-laki Dawan adalah memiliki lumbung jagung dan bisa menenun adalah syarat menikah bagi perempuan Dawan. Namun, "Moen Lanan ma Fe Lanan" merupakan syarat yang sejatinya tak kalah penting dalam tahapan perkawinan.

Sebagai informasi, Moen Lanan ma Fe Lanan dalam beberapa dialeg sub suku seperti Mollo, Miomaffo dan lain-lain menyebutnya sebagai Moen Lalan ma Fe Lalan. Begitupun sub suku yang lain tetapi tidak ada perbedaan yang mencolok dalam penyebutannya.

Dalam artikel ini, saya menulis istilah-istilah Dawan dalam dialeg Amanuban, tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.

Moen Lanan ma Fe Lanan terdiri dari tiga kata yaitu Moen, Fe dan Lanan. Moen berasal dari kata dasar Mone yang berarti laki-laki, Fe berasal dari kata dasar Feto yang berarti perempuan dan Lanan yang berarti jalan. Sedangkan ma adalah kata penghubung yang berarti dan.

Mone juga bisa diartikan sebagai suami tetapi tergantung pada konteks pembicaraan. Sedangkan An Mone berarti anak laki-laki, Naof berarti saudara laki-laki dan Li Mone (Atoni) berarti dia laki-laki.

Berbeda dengan perempuan, Fe merujuk pada istri, Fetof merujuk pada saudara perempuan, An Feto berarti anak perempuan dan Li Feto (Bi Fe) berarti dia perempuan.

Berdasarkan penjelasan ini, secara harafiah, Moen Lanan ma Fe Lanan berarti suami jalan dan istri jalan. Akan tetapi, arti harafiah ini berkonotasi negatif sehingga diterjemahkan dalam makna yang lebih halus yaitu suami rumah dan istri rumah.

Syarat Moen Lanan ma Fe Lanan ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan perkawinan atau hubungan seksual sedarah (inses). Sama seperti Orang Batak (Toba) yang dikemukakan oleh Prof Felix Tani dalam artikelnya (baca di sini) bahwa larangan inses tidak terbatas pada hubungan ayah dan anak, ibu dan anak, serta kakak dan adik dalam keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN