Ekonomi Pilihan

Memiliki Tapi Tak Menikmati

13 Maret 2018   20:19 Diperbarui: 13 Maret 2018   20:28 315 0 0

Indonesia, banyak orang bilang bahwa tanah kita tanah surga, banyak orang mengatakan bahwa indonesia adalah negri yang kaya. Namun saat ini aset-aset negara sudah banyak terjual ke negara lain. Indonesia memang kaya, akan tetapi indonesia tidak menikmati kekayaannya tersebut. 

Seperti PT. Freeport yang berada di papua yang merupakan perusahaan tambang dan penghasil emas terbesar di dunia, akan tetapi indonesia hanya menikmati sedikit dari hasil tersebut, bahkan amerika yang tidak memiliki tambang tersebut dapat menikmai hasil yang besar-besaran. Indonesia juga merupakan salah satu penghasil gas terbesar di dunia, akan tetapi pada tahun 2002(pada masa Megawati) gas alam tersebut telah dijual ke negara cina dengan harga yang sangat murah. Indonesia tidak dapat menikmatinya secara bebas, melainkan harus membayarnya dengan harga yang cikup tinggi, karena yang murah sudah terjual ke negara cina.

Baru-baru ini dikabarkan bahwasanya presiden republik indonesia yakni jokowi akan menjual aset BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Bagaimana indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang kaya sedangkan semua aset-aset negara sudah terjual. Apa yang menjadi alasan pemerintah untuk menjual aset tersebut, ini menunjukkan bahwa saat ini Indonesia sudah krisis moneter, apakah pemerintahan sudah tidak memiliki jalan lain untuk memperbaiki ekonomi negeri saat ini. 

Apa yang menjadi andalan indonesia saat ini. Bagaimana anak cucu kita di masa depan, akankah mereka akan dapat merasakan sedikit kekayaan yang dimiliki oleh negara kita, atau bahkan mereka akan membayarnya dengan harga yang tinggi agar dapat merasakan kekayaan yang ada pada negri mereka sendiri. 

Dahulu banyak negara yang ingin menguasai negara kita karena kekayaan indonesia dengan cara berperang, saat ini negara lain yang ingin menikmati kekayaan negri ini tidak perlu susah payah untuk menyiapkan senjata untuk berperang, mungkin saat ini mereka hanya butuh beberapa berkas untuk meminta tandatangan pada pemimpin negara sebagai persetujuan perjanjian untuk menikmati kekayaan ini. 

Saat ini Indonesia dalam keadan yang memprihatinkan, banyak rakyat-rakyat yang sudah dibodohi oleh akal bulus pejabat, rakyat-rakyat tidak sadar kalau hak-hak mereka sudah terenggut oleh para pejabat. Memang para pejabat berfikir bahwa dengan tindakan mereka yang menjual beberapa aset negara itu untuk kepentingan negara, akan tetapi pada dasarnya dan selebihnya untuk kepentingan mereka sendiri. Imbas dari perbuatan licik mereka adalah rakyatnya, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin merana. 

Kita yang seharusnya menikmati kekayaan kita, sekarang kita harus membayarnya dengan harga yang cukup tinggi untuk mrnikmati kekayaan negri kita sendiri. Semoga mereka segera sadar, dan jangan sampai keadaan ekonomi dinegri ini semakin memburuk dan mereka menjual negara mereka sendiri. Naudzubillah......