Mohon tunggu...
Naufal AchmadAlbani
Naufal AchmadAlbani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga (Difabel TULI)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Kelas D NIM 20107030149 Difabel TULI Hobi touring dan otomotif Asal Bandung, Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Alat Komunikasi Canggih untuk Difabel Tuli

17 Juni 2021   16:18 Diperbarui: 17 Juni 2021   16:23 333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah dua tahun ini mahasiswa melaksanakan perkuliahan online yang lebih dikenal dengan istilah ''daring'' karena kasus pandemic covid-19 masih belum terkendali. Apalagi saat ini ada varian yang terbaru lagi dari covid-19, tidak tahu sampai kapan pandemic ini akan berakhir.

Untuk mahasiswa pada umumnya mungkin tidak ada kendala dengan proses pembelajaran online, kecuali untuk mahasiswa yang tempat tinggalnya diperdalaman, tentunya ada kendala signal, sehingga pembelajaran tidak maksimal.

Berbeda halnya dengan mahasiswa difabel tuli yang tidak bisa mendengar tentunya sangat kesulitan dalam mengakses pelajaran/materi perkuliahan, karena bagi difabel tuli komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat, bahasa isyarat yaitu pola komunikasi dengan menggunakan tangan dan bahasa tubuh.

Dengan berkembangnya teknologi, saat ini ada aplikasi di smartphone android ''text to speech atau transcribe'' aplikasi ini sangat membantu sekali mahasiswa difabel tuli dalam mengakses materi kuliah, aplikasi ini dapat di download dan tidak memerlukan biaya. 

Aplikasi ''text to speech atau transcribe'' ini mengkonversi dari suara ke dalam tulisan, sehingga mahasiswa difabel tuli dapat memahami materi yang disampaikan oleh dosen, cara menggunakannya yaitu dengan menaruh smartphone dekat laptop, sehingga apapun yang dosen jelaskan akan berubah menjadi tulisan. 

Walaupun memang selalu ada, kadang-kadang apa yang di ucapkan oleh dosen tidak jelas sehingga kata yang muncul di layar handphone menjadi salah, namun walaupun demikian aplikasi ini sangat membantu sekali.

Seperti yang saya alami sendiri, saya mahasiswa difabel tuli semester dua di salah satu penguruan tinggi islam negeri di Yogyakarta, dengan adanya aplikasi text to speech saya merasakan sekali manfaatnya. 

Walaupun  kadang-kadang ada kata-kata yang kurang saya fahami, kalaupun ada kata atau bahan yang saya kurang fahami, saya minta bantuan kepada orangtua atau kakak saya.

Untuk berkomunikasi dengan sesama difabel, saya suka menggunakan vc (video call), karena untuk sesama difabel tuli biasa menggunakan bahasa isyarat, dan ini sangat menyenangkan, saya dapat berkomunikasi dengan teman walaupun berjauhan tempatnya, saya tinggal di Bandung sedangkan teman saya tinggal di Yogyakarta.

Kalau menurut saya sebagai seorang tuli, pembelajaran daring/online ini, dengan adanya text to speech atau transcribe sangat membantu sekali, tapi kadang membosankan juga karena saya tidak bisa bergaul/berinteraksi dengan mahasiswa lain pada umumnya di kampus, bahkan sampai saat ini saya belum pernah menginjakan kaki di kampus, semoga saja pandemic ini cepat selesai, sehingga saya dapat merasakan suasana kuliah di kampus dan bergaul dengan mahasiswa, mahasiswi lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun