Mohon tunggu...
Naswa Nelina Rahayu
Naswa Nelina Rahayu Mohon Tunggu... Penegak Hukum - selalu biasa-biasa saja

Welcome to my...

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Teks Kritik Bumi Manusia

12 Maret 2021   01:05 Diperbarui: 12 Maret 2021   02:27 5474
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Film merupakan suatu karya sastra yang banyak disukai baik kalangan muda maupun tua. Banyak sekali jenis film yang ditayangkan pada televisi maupun bioskop. Selain mengenai hal yang romantis maupun komedi, tak jarang film sering menceritakan mengenai sejarah. Terutama di Indonesia, sudah banyak produksi film yang menayangkan film mengenai sejarah.

Sejarah merupakan hal yang penting bagi kehidupan kita, apalagi sebagai warga negara Indonesia. Dengan adanya film yang menceritakan kehidupan pada zaman dahulu, seperti contoh zaman penjajahan, kita menjadi mengetahui suatu peristiwa yg sangat penting, walau bukan peristiwa asli.

Bumi Manusia (The Earth of Mankind) merupakan sebuah film karya Indonesia, yang diapdatasi dari sebuah novel ciptaan Pramoedya. Film ini diproduseri oleh Frederica dan disutradai oleh Hanung Bramantyo. Mengisahkan kisah romansa seorang pemuda tanah jawa yang mencintai perempuan Indo-Belanda di zaman penjajahan awal abad ke-20.

Minke (Iqbal Ramadhan), seorang pemuda pribumi (Jawa totok) yang sederhana jatuh pada pandangan pertama terhadap Annaliese (Mawar De Jong) seorang perempuan berparaskan kulit putih, anak dari seorang nyai. Di zaman saat itu, nyai adalah seorang yang dianggap paling rendah seperti halnya binatang peliharaan.

Tidak ada yang salah dengan kisah percintaannya. Namun takdir memang tak menginginkan mereka bersatu, yang membuat banyak pertikaian tak berkesudahan dan membuat banyak perubahan pada sekitarnya.

Film ini telah terbit 2 tahun yang lalu, tepatnya 15 Agustus 2019 yang berdurasi 180 menit.

Film Bumi Manusia sendiri tidak hanya sebuah film yang menuai pembelajaran sejarah di zaman penjajahan masa Belanda dahulu.

Plot atau Alur pada film ini memanglah berjalan tidak membosankan. Selain kisah percintaan antara Minke dan Annalise, juga menceritakan sedikit kisah pribadi Minke yang merupakan seorang anak bangsawan. Dan peperangan antara tentara Belanda melawan pribumi Jawa.

Selain itu, akting dari para aktor sangat cocok dan dapat diakui jempol oleh penulis. Apalagi akting dengan menggunakan bahasa Belanda, penulis berikan lima bintang kepada para aktor dan aktris.

Tentu, dengan adanya penggunaan bahasa asing pada film ini tidak membuat penonton kebingungan. Karena film ini menyajikan subtittle nya sendiri. Ketika terdapat penggunaan bahasa asing, maka akan langsung menampilkan subttitle bahasa indonesia.

Namun, penulis pun tidak hanya bisa memberikan kelebihan pada film Bumi Manusia. Karena, film ini memiliki beberapa kekurangannya. Seperti durasinya yang cukup membuat penonton bosan, penulis pun merasakannya. Durasi 3 jam yang mampu membuat penulis sedikit membuat mata perih dikarenakan menonton pada layar laptop.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun