Mohon tunggu...
Nasoruddin
Nasoruddin Mohon Tunggu... Pelajar

Nasoruddin tanggal lahir 25 agustus 1998

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Virus covid-19 membuat angka pengangguran di indonesia semakin tinggi

6 Agustus 2020   00:10 Diperbarui: 6 Agustus 2020   06:17 70 2 0 Mohon Tunggu...


Virus covid-19 membuat angka pengangguran semakin tinggi
Pandemi virus corona sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat indonesia, awal mula mewabahnya virus corona di indonesia tercatat dari tanggal 28 februari 2020,  seluruh masyarakat republik indonesia di gemparkan akan ke ganasan wabah ini, karna informasi yang di peroleh dari media tentang virus corona. Virus yang sangat  mematikan bagi yang sudah tertular positif covid - 19, oleh karena itu akibat dari virus covid-19, nyawa yang sudah tertular bisa menajadi taruhannya. suudah banyak nyawa melayang, karena obat penawar dari virus covid 19 sampai sekarang belum juga di temukan.
 Akan tetapi untuk melawan virus ini sesuai yang di sampaikan tim penanganan virus corona, bahwa sayanya sangat perlu  imunitas badan kita harus terjaga tidak boleh lemah atau turun, supaya virus- virus yang masuk ke dalam tubuh  bisa dilawan oleh imunitas dalam tubuh kita. Juru bicara Tim satgas corona RS unair dr. alfian Nur rasyid spP juga mengatakan dengan tegas, virus corona ini merupakan viral disease atau penyakit virus. Secara umum, virus ini dapat di sembuhkan oleh system kekebalan tubuh yang mampu melawan panyakit tersebut.
Dalam penanganan covid 19 ini sangat di anjurkan sesuai dengan protokol pemerintah, dimana setiap masyarakat yang dalam positif covid 19, harus di rawat di rumah sakit sesuai dengan anjuran dokter yang menanganinya, namun dalam hal covid 19 masyarakat  tidak hannya berduka dalam  terpaparnya bahaya virus corona akan tetapi masyarakat indonesia juga berduka atas perokonomian yang semakin anjlok sehingga harga dolar ke rupiah semakin tinggi. Bahkan dalam dunia pekerjaan banyak masyarakat yang di pemberhetikan di dalam pekerjaannya ( PHK) akibat dari virus covid 19, tercatat sesuai data yang di proleh dari kemenker ada dua juta delapan puluh empat ribu limaratus Sembilan puluh tiga ( 2.084.593 ) pekerja dari seratus enam belas ribu tiga ratus tujuh puluh ( 116.370 ) perusahaan kena PHK atau di rumahkan akibat terimbas wabah pandemi corona ini.
Adapun data rinciannya, sektor secara formal 1.304.777 pekerja untuk sementara waktu di rumahkan  dari 43.690 perusahaan. Sementara yang terkena PHK sudah mencapai 241.431 orang dari 41.236 perusahaan. Untuk sektor informalnya juga terdampak karena kehilangan 538.385 pekerja yang terdampak dari 31.444 perusahaan atau UMKM, selama mewabahnya virus corona ini jutaan buruh di Indonesia di rumahkan atau terkena pemutusan hubungan pekerjaan ( PHK ).terkait hal itu banyak aspirasi dari pekerja yang di rumahkan meminta perusahaan memanggil para pekerja kembali, salah satu seorang pekerja buruh di perusahaan FIRMAN  mengatakan  meminta para pengusaha untuk kembali memperkerjakan pekerja / buruh yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja  ( PHK ) dan yang di rumahkan pada saat pandemi virus corona ( COVID  19 ).
Untuk pengusaha atau perusahaan firman juga menyampaikan untuk jangan lupa, apabila bisnis sudah jalan lagi , rezeki sudah ada, msyarakat yang sudah di PHK agar jadi prioritas  untuk di panggil lagi. Apalagi sudah saling kenal tidak usah lagi men-training. Selama ini kan sudah seperti keluarga katanya.

Firman juga mewanti-wanti di dalam dunia usaha saat ini agar keputusan PHK menjadi pilihan terahir selama masa pandemi ini, dan agar tetap mengupayakan para pekerja /buruh tetap bekerja meski gaji yang di peroleh tidak seperti biasanya seperti pendapatan upah penuh. PHK adalah langkah terahir, langkah terpaksa ketika langkah lain tidak mungkin lagi. Akan tetapi seandainya masih mungkin meniadakan lembur, mengurangi shif  dan jam kerja, merumahkan pekerja secara bergilir dengan mendapat separo gaji, boleh di coba dululah langkah itu  ujarnya.

Selain itu dia juga berpendapat perlunya juga aktivitas perekonopmian tetap berjalan sebab,apabila perekonomian berhenti maka Negara tidak punya pemasukan untuk membiayai program untuk masyarakat seperi bantuan social ( bansos  ). Namun jika untuk beroperasinya haruslah sesuai protokol kesehatan di tempat kerja.  kami selalu awasi standar K3-nya dengan ketat. Keselamatan rakyat adalah hokum tertinggi ( salus populi supreme  lex esto ).
 Ini saya ingatkan lagi, ya  dengan tegas mengatakan . virus corona belom ada kepastian kapan berahirnya, dan kapan ujungnya  dengan demikian apabila pekerja belom juga di panggil kembali oleh perusahaan. akan terjadi kemungkinan ketidak stabilan ekonomi (inflasi ), seperti yang sudah terjadi pada tahun 1998 pada saat itu permintaaan untuk barang melunjak naik akan tetapi barang yang di produksi tidak memenuhi kebutuhan permintaan komsumen. Sehingga harga barang tidak stabil. Dan barang  barang untuk kebutuhan susah di dapat.

Penulis: nasoruddin, yang sedang melaksanakan KKNDR UINSU kelompok KKNDR 126


VIDEO PILIHAN