Mohon tunggu...
Kinanthi
Kinanthi Mohon Tunggu... Guru - foto

Seseorang yang meluangkan waktu untuk menulis sekadar menuangkan hobi dengan harapan semoga bermanfaat.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Perlukah Pembelajaran Tatap Muka?

8 April 2021   22:56 Diperbarui: 8 April 2021   23:16 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
kerja kelompok sebelum pandemi covid-19. dokpri

1. Metode pembelajaran tersebut sangat bergantung kepada internet. Hal itu sangat merepotkan terlebih di Indonesia karena masaih ada daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) yang belum terjangkau internet. Adakalanya yang sudah terjangkau pun internet tidak selalu lancar 

2. Interaksi antara peserta didik dan pendidik pun tidak maksimal padahal tidak semua peserta didik bertipe pembelajar visual. Ada beberapa yang bertipe pembelajar auditori, bahkan kinestetik maupun gabungan dari keduanya, serta gabungan dari ketiga tipe tersebut.

3. Penilaian terhadap aspek sikap yang merupakan penilaian utama dan pertama sebagai sarana pembentuk karakter bangsa pun tidak maksimal karena  pengawasan dalam pembelajaran secara daring acapkali kehilangan fokus.

4. Dengan adanya kemudahan mengakses internet, beberapa pengguna e-learning cenderung menunda-nunda waktu belajar, sehingga kesadaran dan kedisiplinan terhadap diri sendiri terasa sangat berkurang.

Beberapa metode pembelajaran tatap muka yang dapat diterapkan di sekolah sesuai dengan info kemendikbud yang diperoleh dari kompas.com, misalnya:

1. Tetap ada opsi Pembelajaran Jarak Jauh, sistem rotasi, selain tatap muka.

2. Satuan pendidikan dapat memanfaatkan ruang-ruang untuk pembelajaran di ruang terbuka dalam lingkungan sekolah tersebut, misalnya taman.

3. Peserta didik tidak harus masuk ke sekolah setiap hari demi mengantisipasi kerumunan massa.

4. Selain itu, harus memperhatikan kondisi kelas, kondisi kesehatan dan kepatuhan warga sekolah terhadap aturan protokol kesehatan pun harus diutamakan demi mengantisipasi penyebaran covid. Oleh karena itu dalam pembelajaran tatap muka maksimal hanya 50% dari jumlah peserta didik.

Setelah sekian lama siswa tidak datang ke sekolah memang menimbulkan beberapa permasalahan baik bagi peserta didik maupun orangtua. Hal itu terasa terutama bagi orangtua yang tidak banyak memiliki waktu menemani anak belajar. 

Akan tetapi, orangtua yang memiliki waktu untuk menemani anak-anak dalam belajar pun bukan tidak memiliki masalah. Mereka kadangkala terlihat lebih sibuk daripada anaknya dalam mengerjakan tugas, sedangkan anaknya seolah semakin bergantung kepada orangtuanya dalam menangani tugas dari sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun