Mohon tunggu...
Nana
Nana Mohon Tunggu... Indonesia Negaraku

mengekspresikan hati dan pikiran melalui tulisan | berbateeq.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Menyoal Kepercayaan Manusia terhadap Ramalan dan Sugesti

21 November 2019   14:03 Diperbarui: 22 November 2019   17:04 0 19 6 Mohon Tunggu...
Menyoal Kepercayaan Manusia terhadap Ramalan dan Sugesti
Ramalan (Ilustrasi Foto : Kanalaceh.com)

Anda percaya pada ramalan tidak?

Dulu saya sangat percaya sekali, amat sangat percaya sekali. Saya selalu menyebut kalau diri saya sangat percaya pada Tuhan. Tapi secara bertolak belakang, saya juga mempercayai omongan para ahli nujum dan segala sensasi ramalan.

Ramalan ya, bukan budaya yang dipercaya. Bahkan saking percayanya, saya sendiri belajar tentang garis tangan. Apalagi keluarga dan banyak orang yang bisa "melihat" bilang kalau saya punya mata ketiga, asal diasah saja, maka saya akan memiliki indera keenam seperti orang lain. Dengan senang hati, saya pun mempelajarinya. 

Belajar punya belajar, akhirnya saya mulai memahaminya.

Setiap manusia memanglah memiliki garis nasib dan takdir. Tapi semua tergantung pada dirinya masing-masing bagaimana kita, manusia, menjalani hidupnya. Garis nasib bisa diubah oleh perilaku dan pola pikir manusia, walau takdir hanya Tuhan yang menentukan. 

Teringat ayah saya yang begitu malang saat kecil. Kelahirannya tidak dikehendaki oleh kedua orangtuanya, bahkan ketika lahir beliau selalu menjadi sasaran amukan dan kebencian dari sang ibu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah nenek saya sendiri. Namun nenek saya mempertahankan ayah saya, hanya karena adanya ramalan bahwa ayah akan membuat nenek saya nantinya kaya raya.

Tapi sampai akhir hidup ayah saya, nenek saya tidak jua kaya raya. Tetap saja menderita secara ekonomi. 

Kenapa? Karena gaya hidupnya bak raja, tidak mencari uang, tapi selalu main judi. Ahay..! Apakah ada orang yang kaya kalau uangnya digunakan untuk berjudi? Ada! Hanya Chow Yun Fat di film God of Gambler yang bisa kaya raya karena judi. Hehehe. Itupun film.

Jadi apakah ramalan itu jitu? Jitu, kalau kita menyetir hidup kita sesuai ramalan.

Kemudian ada ramalan juga yang mengatakan kalau saya akan menjadi seorang advertiser. Boro-boro jadi advertiser, mengerti saja tidak. Hehe. Sekarang malah berkecimpung di dunia batik, dan jadi karyawan yang bekerja sebagai apapun yang diminta oleh atasan.

Apakah ramalan itu jitu? Jitu, bila saya dari dulu belajar tentang periklanan. Tapi nyatanya kan tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x