Mohon tunggu...
Naila Salsabila
Naila Salsabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - akun mahasiswa

akun mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Mengenai 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Akan Digunakan Pemerintah Indonesia

27 Maret 2021   12:00 Diperbarui: 27 Maret 2021   12:06 233
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dikutip dari Global Times, Sinopharm diketahui memasang harga 200 yuan untuk satu dosis vaksinnya pada pemerintah China. Ini artinya satu dosis vaksin COVID-19 Sinopharm bisa berharga sekitar 441.000 rupiah.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa Vaksin Sinopharm sedang mengajukan rolling submission ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Moderna

Dikutip dari CNN, vaksin yang dikembangkan Moderna memiliki nama resmi mRNA-1273. Produk ini dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts. Pengembangan Moderna dibantu oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease. Sedangkan bantuan produksi ditopang oleh Biomedical Advance Research and Development Authority (BARDA), Amerika Serikat.

mRNA-1273 adalah vaksin mRNA untuk pengobatan SARS-CoV-2 yang mengkode stabilisasi perfusi protein Spike (S). Juan Andres (Moderna’s chief technical operations and quality officer) mengatakan “upaya luar biasa” dari semua yang terlibat dimana batch klinis pertama dikirim untuk pengujian dengan “kecepatan” hanya 42 hari setelah urutan genetik virus pertama kali diidentifikasi. Tak lama setelah itu, FDA menerima pengajuan IND (investigational new drug) untuk mRNA-1273 dan NIH (National Institutes of Health) mengumumkan sukarelawan pertama telah diberi dosis dengan kandidat vaksin dalam studi klinis Fase I pada 16 Maret 2020. Berdasarkan uji klinisnya, Moderna disebut memiliki tingkat efektivitas hingga 94,1 persen, dalam waktu minimal 14 hari setelah penyuntikan dosis ke-2.

Pfizer Inc and BioNTech

Vaksin Pfizer dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat yang bekerjasama dengan perusahaan Jerman, BioNTech. Vaksin pfizer menggunakan teknologi rekayasa genetika yang bertujuan melihat genom RNA virus. Vaksin Pfizer dinamakan BNT162b2 dan berbasis teknologi messenger RNA (nRNA). Vaksin ini Menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa. Virus yang tidak aktif ini tidak menyebabkan sakit tetapi mengajari sistem imun untuk memberikan respons perlawanan. Selain itu, dengan mRNA, tubuh tidak disuntik virus mati maupun dilemahkan, melainkan disuntik kode genetik dari virus tersebut. Hasilnya, tubuh akan memproduksi protein yang merangsang respons imun.

Perlindungan atau antibodi yang didapat tercapai setelah 28 hari dimulainya vaksinasi dan 7 hari usai menerima dosis kedua. Saat studi berlanjut persentase kemanjuran vaksin akhir bisa bervariasi, seperti dilansir situs resmi Pfizer. Namun dikutip dari Businessinsider, analisis ini belum menguji apakah vaksin tersebut juga mencegah infeksi asimtomatis atau tanpa gejala. Partisipan dites hanya ketika bergejala. Rencananya Pfizer akan meminta izin penggunaan vaksin darurat vaksin COVID-19 yang dikembangkannya pada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Permohonan itu akan dilakukan segera, setelah sukarelawan vaksinasi COVID-19 dipantau selama dua bulan dari penyuntikan dosis kedua vaksin tersebut. 

Sinovac Biotech Ltd

Vaksin Sinovac adalah vaksin berjenis inactivated vaccine atau virus mati. Secara singkat inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun. Vaksin inactivated memerlukan beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit. Materi yang digunakan dalam vaksin Sinovac adalah virus SARS-COV2 yang sudah dinonaktifkan. Pembuatan vaksinasi dari virus yang telah dinonaktifkan, telah digunakan selama lebih dari satu abad. Jonas Salk menggunakannya untuk membuat vaksin polio di tahun 1950-an dan materi ini juga menjadi dasar untuk pembuatan vaksin lain seperti rabies dan hepatitis A. 

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh. Manfaatnya, apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut. Karena virus SARS-COV2 pada vaksin Sinovac sudah mati, vaksin bisa disuntikkan ke manusia tanpa menyebabkan COVID-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, virus yang tidak aktif tersebut akan ‘dicerna’ oleh antigen. Antigen adalah zat yang dapat merangsang sistem imunitas tubuh untuk menghasilkan antibodi sebagai bentuk perlawanan. Protein virus kemudian memicu aktivasi sel T pembantu, yang kemudian mengarahkan sel imun lainnya untuk membentuk antibodi. Jadi, ketika ada virus Corona yang masuk ke tubuh, tubuh sudah siap melawannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun