Mohon tunggu...
Nafis Hadi Purnama
Nafis Hadi Purnama Mohon Tunggu... Lainnya - Dunia haknya anak muda

Tuhan menciptakan dunia untuk anak muda ~ School in Ma'had Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kesalahan Fatal Pihak Sekolah Selama Pembelajaran Daring

13 Oktober 2020   14:15 Diperbarui: 13 Oktober 2020   14:44 352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sampai sekarang kita semua masih digentarkan oleh virus Covid-19. Dampak dari virus itu sendiri adalah kita semua harus stay at home (tinggal di rumah) sampai virus ini hilang. 

Semua kegiatan yang biasa kita lakukan di tempat-tempat tertentu, sekarang harus kita lakukan dengan di rumah saja. Dimulai dari bekerja, beribadah, belajar, dan lain sebagainya harus kita lakukan dirumah saja. Saya yakin semua orang kesal dengan keadaan seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi, ini semua diluar kendali kita semua.

Banyak sekali kegiatan yang biasa kita lakukan di tempat-tempat tertentu, sekarang harus dilakukan dirumah masing-masing. Salah satu kegiatannya yakni kegiatan belajar mengajar. 

Murid yang biasa belajar di kelas, sekarang harus belajar dirumah masing-masing. Sama halnya dengan guru, mereka pun harus mengajar Muridnya dengan dirumah saja. Meskipun tidak seluruh sekolah atau pesantren di Indonesia melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring ini.

Sistem pembelajaran nya pun barang tentu amat berbeda antara belajar mengajar di sekolah, dengan belajar mengajar dengan dirumah masing-masing. Yang biasanya Murid dengan guru berinteraksi secara langsung di dalam kelas, sekarang berbeda. Yang biasanya Guru menegur Murid yang makan ketika kegiatan berlangsung, sekarang tidak. Yang biasanya Guru menegur Murid yang tidak mengikuti pembelajaran, sekarang tidak. Yang biasanya Murid alfa ketika tidak mengikuti pembelajaran, sekarang tidak karena Murid bisa absen langsung tidur lagi. Tentu saja itu semua adalah hal negatif bagi Murid maupun Guru.

Sebetulnya banyak sekali hal yang kurang efektif dalam pembelajaran daring ini. Salah satunya adalah jadwal kegiatan belajar mengajar yang sudah ditetapkan pihak sekolah. Sebetulnya pihak sekolah kurang memperhatikan Muridnya selama kegiatan belajar mengajar secara daring ini. 

Kita ambil contoh sebuah sekolah menetapkan jadwal kegiatan belajar mengajar pada pukul tujuh pagi sampai setengah dua belas siang. Saya yakin banyak sekali Murid yang tidak mengikuti kegiatan itu karena Murid tersebut ( Murid yang tidak mengikuti pembelajaran ) tidur. Dampak dari banyaknya Murid yang tidak mengikuti kegiatan pun amat fatal, ilmu yang disampaikan guru tidak tersampaikan kepada seluruh Murid.

Itu semua merupakan kesalahan yang amat fatal dari pihak sekolah. Mengapa saya sebut amat fatal? Karena belajar merupakan kewajiban bagi Murid. Dalam contoh diatas, banyak sekali Murid yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga ilmu yang disampaikan guru tidak tersampaikan kepada seluruh Murid. 

Seharusnya pihak sekolah dapat mengerti Muridnya. Dalam artian, pihak sekolah harus bisa menetapkan jadwal kegiatan yang tepat sehingga bisa diikuti oleh seluruh Murid. Kita semua bisa melihat Murid di Indonesia yang kegiatan nya selalu dilakukan sampai larut malam atau biasa kita sebut begadang.

Yang saya maksudkan disini adalah seharusnya pihak sekolah dapat mengerti apa yang diinginkan Murid. Murid ingin begadang contohnya. Maka pihak sekolah harus menerapkan jadwal pembelajaran pada siang hari sampai sore hari sehingga seluruh Murid bisa mengikuti kegiatan pembelajaran. 

Berbeda halnya dengan pagi hari, ketika jadwal ditetapkan pada siang hari seluruh Murid akan dapat mengikuti pembelajaran karena Murid yang tidur setelah shubuh pun akan bisa mengikutinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun