Mohon tunggu...
Nadhifa Salsabila Kurnia
Nadhifa Salsabila Kurnia Mohon Tunggu... Penulis - Masih setia dengan Bandung, namun melalui tulisannya sering kali berjalan ke Korea Selatan dan berbagai belahan dunia lain

Sarjana Ilmu Komunikasi Jurnalistik, pencinta literasi, penyuka fiksi, menulis dimana saja dan kapa saja

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Berlebihan Memang Tidak Baik, Ini Alasan Berbahaya Junk Food Kebanyakan!

11 Juni 2021   07:32 Diperbarui: 11 Juni 2021   14:03 679
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
BTS Meal | Kompas.com/Shutter Stock/Najmi Arif

Tak hanya insulin saja, kadar gula yang tinggi pada Junk Food ini juga bisa memunculkan berbagai faktor lainnya yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2 ini. Di antaranya seperti berpotensi menurunkan kadar kolesterol baik HDL serta meningkatkan tekanan darah dan lemak tubuh.

Ini karena Junk Food mengandung lemak trans yang tidak baik untuk tubuh. Selain itu juga punya jenis karbohidrat yang sudah diproses.

Obesitas

Alasan Junk Food berbahaya lainnya mungkin sudah sering disebutkan. Terlalu banyak konsumsi Junk Food berpotensi menaikkan banyak lemak tubuh yang bisa berakibat menjadi obesitas. Kalian mungkin menyadari, jika makan Junk Food bisa buat kita lebih cepat lapar lagi.

Ternyata ini karena kandungan nutrisi yang lemah pada Junk Food. Maka dari itu, mengonsumsi makann jenis ini bisa lebih mudah membuat obesitas. Di tambah lagi jika gaya hidup kamu lebih banyak berdiam diri dan kurang bergerak.

Baca juga: 4 Adab Makan di Restoran yang Perlu Kita Perhatikan

Memperlambat Metabolisme

Konsumsi gula berelebih juga bisa menyebabkan kadar gula dalam pembuluh darah meningkat. Ini membuat metabolism dalam tubuh melambat. Gula ini akan diubah oleh insulin untuk dipakai oleh berbagai macam sel-sel tubuh.

Kadar gula yang akan belerbih ini akhirnya disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak. Semakin banyak lemak yang tidak digunakan bisa memicu penumpukan lemak terutama pada bagian perut.

Penyakit Jantung

Sebagai salah satu penyakit yang membunuh banyak orang, pastinya kita ingin terhindar dari penyakit jantung. Yang perlu kamu ketahui, alasan Junk Food berbahaya lainnya adalah membuat risiko akan sakit jantung meningkat.

Junk Food akan menambah lemak dalam tubuh, menurunkan kolerterol baik HDL, juga meningkatkan tekanan darah dan kolesterol jahat LDL yang merupakan faktor yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung.

Apakah artinya Junk Food sama sekali tak boleh dikonsumsi?

Jawabannya, tidak juga. Sesekali mengonsumsi Junk Food tidak masalah. Asalkan tahu porsi yang tepat.  Sebaiknya, kamu juga tetap konsumsi makanan utuh, seperti nasi, sayur-sayuran, daging, dan lainnya sebanyak 80-90 persen di makanan harian.

Kemudian sisanya, 20-30 persen ini bisa dialokasikan  untuk makan Junk Food. Selain itu juga harus perhatikan konsumsi kalori harian. Jikan konsumsi kalor dalam sehari sudah berlebih, sebaiknya urungkan niat untuk makan Junk Food.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun