Mohon tunggu...
Nadhifah Almas
Nadhifah Almas Mohon Tunggu... -

-

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Hi-Bag, Solusi Jitu untuk Para Pendaki Gunung

28 Mei 2019   21:39 Diperbarui: 28 Mei 2019   21:40 0 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia memiliki tanah yang sangat kaya, juga memiliki suku dan budaya yang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Cara masyarakat Indonesia mensyukuri nikmat yang diberikan ini salah satunya dengan melakukan kegiatan outdoor. Kegiatan outdoor sangat digemari khalayak luas karena sebagai salah satu cara untuk menambah keakraban antar para peserta dan untuk melepas kejenuhan dari kegiatan sehari-hari. Kegiatan outdoor banyak jenisnya, seperti mendaki gunung, tracking di hutan, menyisir wilayah pantai, dan berkemah. 

Namun, terkadang aktivitas seperti ini terhalang oleh cuaca yang semakin tidak menentu, dimana musim hujan dan musim kemarau sudah tidak dapat dibedakan lagi waktunya, tidak seperti beberapa tahun yang lalu yang masih teratur pada Bulan April-Oktober akan musim kemarau dan Bulan Oktober-April akan musim hujan.

Saat ini, sudah terdapat banyak produk yang mendukung para pecinta alam ini untuk berkegiatan outdoor, seperti sepatu khusus hiking agar tidak licin, tas dan pakaian yang waterproof, dan lain-lain. Namun, ketika sepatu yang digunakan basah/kotor, seringkali para pecinta alam sulit untuk menaruh sepatu tersebut di tas agar barang lain di dalam tas tidak ikut basah/kotor. 

Maka dari itu, terdapat solusi untuk menggunakan tas khusus untuk sepatu dengan bahan anti air di bagian luar dan bahan menyerap air dan mengikat kotoran di bagian dalamnya. Tas sepatu ini bernama Hi-Bag (Hiking Shoe Bag). Hi-Bag dilengkapi dengan tempat menaruh sandal agar lebih efisien menggunakan satu tempat untuk menyimpan alas kaki. 

Hi-Bag juga dapat digunakan untuk travelling karena biasanya ketika bepergian membawa lebih dari satu alas kaki. Hi-Bag akan memiliki persaingan yang cukup ketat dengan berbagai produk yang serupa dengannya, namun Hi-Bag akan mengutamakan fungsinya agar tidak hanya digunakan sebagai tas untuk sepatu dan sandal saja, tetapi agar kotoran atau air tidak keluar dan membasahi barang lainnya.

BUSINESS MODEL CANVAS

Customer Segments

Dalam menjalankan bisnis, pelaku usaha harus dapat menetapkan siapa yang menjadi sasaran untuk dilayani oleh pelaku usaha tersebut. Hi-Bag memilih niche market karena memiliki segmen pelanggan yang spesifik. Segmen dari produk Hi-Bag adalah laki-laki dan perempuan untuk para pendaki gunung, para traveller, dan pembeli potensial.

Value Proposition

Setiap produk atau jasa pasti memiliki nilai tambah yang akan ditawarkan kepada konsumennya. Hi-Bag termasuk customization, produk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan, yaitu sebagai tempat sepatu dengan bahan anti air di bagian luar dan bahan yang menyerap air dan mengikat kotoran di bagian dalamnya agar kotoran/sepatu yang basah tidak membuat bagian/barang lain di dalam tas ikut kotor/basah dan dilengkapi dengan tempat menaruh sandal jepit agar lebih menghemat tempat dan menjadi lebih efisien. Selanjutnya, nilai produk yang dimiliki Hi-Bag adalah convenience, dimana Hi-Bag memberikan kemudahan kepada penggunanya karena tidak memerlukan banyak tempat untuk menaruh sepatu dan sandal serta memberikan kenyamanan karena pelanggan tidak perlu khawatir tas dan barang lainnya basah dan kotor karena fungsi yang diberikan Hi-Bag ini.

Channel

Channel merupakan sarana untuk Hi-Bag menjangkau customer segments untuk memberikan value proposition. Channel berfungsi untuk meningkatkan awareness pelanggan terhadap produk, membantu pelanggan mengevaluasi value proposition dari produk yang ditawarkan, memungkinkan pelanggan membeli produk yang ditawarkan, dan untuk menyampaikan produk dengan tepat waktu.

Hi-Bag membangun awareness pelanggan dengan mengenalkan produk melalui pameran dan melalui media sosial, seperti LINE, Instagram, dan Facebook. Pada media sosial, Hi-Bag memiliki admin yang akan melayani apabila terdapat pelanggan yang akan membeli Hi-Bag, kemudian Hi-Bag akan dikirimkan melalui ekspedisi, seperti JNE dan SiCepat, hingga Hi-Bag sampai ke tangan pelanggan. Hi-Bag juga menampung ulasan dari pelanggan yang sudah membeli dan mencoba Hi-Bag sehingga membuat pembeli potensial lainnya tertarik untuk membeli.

Customer Relationship

Customer relationship adalah cara Hi-Bag agar tetap keep in touch dengan pelanggannya, yaitu dengan memberikan pelayanan selama proses penjualan, pelayanan purna jual dan adanya garansi. Selama proses penjualan, pelanggan dapat berkomunikasi langsung dengan petugas Hi-Bag melalui call center atau medial sosial. Pelayanan purna jual dari Hi-Bag berupa mendapatkan ulasan/testimoni serta saran dan masukan dari konsumen agar Hi-Bag mendapatkan evaluasi agar dapat lebih baik lagi, baik dalam bidang pelayanan ataupun kualitas produk. Hi-Bag memberikan garansi 14 hari setelah pembelian apabila terdapat kekurangan terhadap produk Hi-Bag, seperti pada bagian kain, resleting, dan lain-lain agar dapat langsung diperbaiki oleh pihak Hi-Bag. Hi-Bag ingin kedepannya hubungan dengan pelanggan semakin meningkat dan menambah cara untuk melakukan hubungan dengan pelanggan, seperti dengan adanya promo atau diskon untuk menarik lebih banyak pelanggan lagi.

 

Revenue Streams

Revenue streams adalah sumber pendapatan bagi produk untuk menjalankan bisnisnya. Revenue streams yang dihasilkan tergantung pada mekanisme harga yang dipilih. Terdapat dua mekanisme harga, fixed "menu" pricing dan dynamic pricing. Jika suatu produk memilih menggunakan mekanisme harga fixed "menu" pricing, maka harga produk tersebut bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Jika memilih dynamic pricing, harga dapat dinegosiasikan oleh dua atau lebih orang dan harga tergantung pada kekuatan dan kemampuan bernegosiasi. Hi-Bag memilih menggunakan fixed "menu" pricing karena harga Hi-Bag sudah ditentukan dan tidak dapat diubah.

Hi-Bag mendapat aliran dana dari hasil penjualan produk. Dengan pelanggan membeli Hi-Bag, pelanggan tersebut akan mendapatkan nilai dari produk Hi-Bag, yaitu customization dan convenience. Pelanggan dapat membayar menggunakan uang tunai, transfer antar bank, ataupun menggunakan pembayaran elektronik, seperti Go-pay dan OVO yang tersedia ketika pameran.

 

Key Activities

Aktivitas yang dilakukan dalam membuat Hi-Bag dikelompokkan ke dalam 5 aktivitas kunci, yaitu production, packaging, marketing, transaction, dan delivery. Dalam proses produksi, dilakukan beberapa kegiatan, seperti mendesain bentuk produk akan seperti apa, membeli bahan baku untuk membuat Hi-Bag, seperti kain taslan, microfiber, benang, jarum, jaring, dan resleting. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan (quality control) terhadap produk Hi-Bag, apabila sudah lulus pemeriksaan, Hi-Bag akan siap untuk dikemas. Hi-Bag akan bekerja sama dengan influencer tertentu, khususnya yang fokus dalam kegiatan pendakian gunung, dalam memberikan testimoni agar dapat menarik perhatian pembeli potensial lainnya. Jika ada yang ingin membelinya, transaksi akan dilaksanakan dengan metode pilihan, seperti tunai, transfer antar bank, dan pembayaran digital (Go-Pay dan OVO -- optional). Pengantaran produk kepada pelanggan dilakukan menggunakan jasa ekspedisi, seperti SiCepat dan JNE.

 

Key Resources

Key Resources adalah sumber daya utama yang dibutuhkan agar produk dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya key resources, memungkinkan perusahaan menciptakan dan menawarkan value proposition, menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan customer segments, dan memperoleh pendapatan. Sumber daya utama yang diperlukan adalah fisik, keuangan, intelektual, dan manusia. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuata Hi-Bag adalah kain taslan, microfiber, benang, jarum, jaring, dan resleting. Sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah para pemasok dan vendor, desainer produk Hi-Bag, dan pemikiran tentang pengembangan produk. Sedangkan untuk keuangan, sumber dalam produksi Hi-Bag berasal dari modal awal pemilik atau pendiri Hi-Bag.

 

Key Partnership

Key partnership adalah kerja sama yang dilakukan dengan perusahaan pendukung untuk membantu mewujudkan terbentuknya produk Hi-Bag. Kerja sama akan dilakukan dengan salah satu vendor tas yang berada di Jakarta. Vendor ini sudah berpengalaman dalam membuat berbagai produk dan sudah terjamin kualitas produknya. Untuk melakukan pemasaran, Hi-Bag juga melakukan kerja sama dengan medial sosial, seperti Instagram, LINE, dan Facebook.

 

Cost Structure

Cost structure adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis. Biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi Hi-Bag, diantaranya adalah biaya bahan baku, biaya pembuatan produk, biaya marketing, dan biaya akomodasi. Biaya bahan baku adalah biaya yang digunakan untuk pembelian bahan baku dalam proses pembuatan produk Hi-Bag. Biaya jasa pembuatan produk adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai proses produksi Hi-Bag. Biaya marketing adalah biaya dari kegiatan pemasaran yang dilakukan, seperti biaya iklan untuk Instagram dan Facebook. Biaya akomodasi adalah biaya untuk mengakomodasi mulai dari biaya transportasi hingga biaya pengiriman barang kepada konsumen dengan jarak yang dekat hingga yang jauh.

Hi-Bag merupakan tas khusus untuk sepatu dengan bahan anti air di bagian luar dan bahan menyerap air dan mengikat kotoran di bagian dalamnya. Hi-Bag menyasar para pendaki gunung, traveller, dan para pembeli potensial, sehingga dikategorikan sebagai niche market atau pasar ceruk. Hi-Bag memiliki nilai customization, produk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan, dan convenience, dimana Hi-Bag memberikan kemudahan kepada penggunanya karena tidak memerlukan banyak tempat untuk menaruh sepatu dan sandal serta memberikan kenyamanan karena pelanggan tidak perlu khawatir tas dan barang lainnya basah dan kotor karena fungsi yang diberikan Hi-Bag ini. Dengan business model canvas yang dijelaskan di atas, Hi-Bag diharapkan mampu bersaing dengan kompetitornya, dengan dapat membawakan value proposition yang tepat kepada pelanggan dan pembeli potensial, serta selalu menambah tingkat kesadaran pelanggan akan pentingnya menggunakan Hi-Bag.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3