Mohon tunggu...
Nada Pertiwi
Nada Pertiwi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - blog tugas kuliah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mencari Ketenangan Batin dengan Menjadi Seorang Abdi Dalem

11 Agustus 2020   11:39 Diperbarui: 11 Agustus 2020   12:02 266
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta merupakan kerajaan yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta selain Keraton Ngayogkarta Hadiningrat. Seperti halnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta juga memiliki para pelaksana operasional guna menjalani seluruh kegiatan di dalam istana yang disebut sebagai abdi dalem. Setiap orang dapat menjadi abdi dalem baik masih memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan atau pun orang biasa.

Terdapat syarat-syarat bagi seseorang yang ingin menjadi abdi dalem. Pertama, niat yang ikhlas. Kedua, seorang abdi dalem wajib menjaga nama baik kerajaan. Ketiga, sanggup melaksanakan tugas kapan saja dan di mana saja. 

Kenaikan pangkat biasanya dilakukan setiap empat tahun sekali. Kenaikan pangkat akan dilihat berdasarkan dedikasi, kerajinan, dan perilaku seorang abdi dalem selama mengemban tugasnya.

Terdapat delapan kepangkatan abdi dalem di Kadipaten Pakualaman untuk umum/tidak ada keturunan dari Trah Pakualaman. Pangkat paling tinggi merupakan Kanjeng Mas Tumenggung, lalu mas Riya, Mas Wedana, Mas Ngabehi, Mas Lurah, Mas Bekel, Mas Jajar, dan terakhir magang yang merupakan masa percobaan sebelum diangkat menjadi abdi dalem.

Setiap abdi dalem memiliki nama dan bagian tugas yang berbeda. Nalakarya merupakan abdi dalem yang bertugas dalam menjaga kebersihan, memelihara tanaman, serta merawat bangunan di wilayah Puro Pakualaman. Langen Praja meruapakan abdi dalem yang bertugas dibidang kesenian seperti penari dan niyaga. 

Batikan merupakan abdi dalem yang bertugas dalam membuat batik untuk dipakai oleh Kanjeng Gusti saat melaksanakan perayaan adat. Prajurit merupakan abdi dalem yang bertugas dalam mengawal acara adat dan menjaga keamanan wilayah Puro Pakualaman. Kepanitran merupakan abdi dalem yang bertugas dalam mengurusi administrasi, surat menyurat, dan urusan antar kawedanan. 

Danarta merupakan abdi dalem yang bertugas mengurusi keuangan Kadipaten Pakualaman. Suranggama merupakan abdi dalem yang bertugas untuk mengiringi doa dalam acara hajad Dalem dan upacara yang bersifat adat lainnya. 

Kapralayan merupakan abdi dalem yang bertugas menjaga dan memelihara makam-makam  raja. Kaprajan merupakan pegawai atau mantan pegawai pemerintahan di wilayah Kadipaten Pakualaman yang bertugas sebagai Camat, Lurah, atau Dukuh.

Wagimin (70) atau Mas Lurah Wirokarso merupakan seseorang yang sebelumnya bekerja di Pembekalan Angkutan Angkatan Darat. Selepas pensiun dari pekerjaannya pada usia 55 tahun, Wagimin langsung mendaftarkan diri untuk menjadi seorang abdi dalem di Kadipaten Pakualaman. 

Wagimin mengatakan alasannya menjadi seorang abdi dalem adalah dirinya ingin menguri-uri budaya atau berarti melestarikan dan menjaga kebudayaan. Selain itu, Wagimin mengatakan bahwa dengan mengabdi menjadi seorang abdi dalem dirinya mencari sebuah ketenangan lahir dan batin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun