Mohon tunggu...
M Yusuf Alamudi
M Yusuf Alamudi Mohon Tunggu... Ilmuwan di Professor Nidom Foundation, penulis dan dosen luar biasa

menulis untuk mencerahkan umat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Melawan Virus Corona (Covid-19)

23 Februari 2020   12:24 Diperbarui: 23 Februari 2020   12:26 71 0 0 Mohon Tunggu...

Dunia kembali digemparkan oleh virus baru, memiliki kemampuan menular yang sangat cepat, sampai-sampai WHO atau badan organisasi kesehatan dunia menetapkan waspada kesehatan global . Virus pertama kali ditemukan di Wuhan, salah satu daerah di China, diduga merupakan bersifat zoonosis atau ditularkan dari hewan. 

Virus membahayakan ini setelah diklarifikasi di laboratorium merupakan virus Corona atau N-Cov 2019 dan saat ini dikenal dengan nama Covid-19. Berdasarkan data dari GIS, saat ini 29 negara telah melaporkan kasus infeksi Corona/Covid-19 dan lebih dari 100 ribu orang terinfeksi dan meninggal lebih dari 2000 orang dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan, mikroorganisme yang sangat virulen atau ganas, para peneliti dan petugas kesehatan masih menunggu jumlah korban selanjutnya. 

Virus corona/Covid-19 juga memecahkan rekor dunia, pembangunan rumah sakit di China dengan kapasitas 1000 kamar tidur dalam waktu 8 hari, penjualan masker tercepat dengan harga yang diatas normal, penularan virus di kapal yang masih menjadi misteri dan kontroversi, evakuasi warga negara yang tinggal di china dari berbagai negara dengan prosedur khusus dan pesawat khusus.

Di Indonesia, virus corona bak artis baru, yang namanya menjadi semerbak harum dan menjadi rebutan untuk diekspose. Ini disebabkan, Indonesia belum melaporkan kasus infeksi corona di dalam negeri, hasil diagnosis pada mahasiswa yang dievakuasi dari china menunjukan hasil yang negatif dan tidak menunjukan gejala terinfeksi virus corona, salah satu dari mahasiswa tersebut harus diundang oleh pemerintah bogor untuk menyakinkan masyarakat bahwa mahasiswa tersebut benar-benar negative terhadap virus corona/covid-19. 

Hal yang menarik adalah kemampuan pemerintah Indonesia dalam mendiagnosis virus corona/covid-19, sampai sejauh mana mampu mendiagnosis corona/covid-19. Fakta lain yang cukup menarik adalah belum adanya penduduk di dalam negeri (WNI di singapura telah terinfeksi oleh virus corona) yang terinfeksi oleh virus corona. 

Kasus penyebaran virus corona/covid-19 makin merajalela, kasus terbaru ditemukan di Iran, Italia dan yang terakhir di Korea Selatan, ledakan kasus baru terbanyak ditemukan di Korea selatan. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Eropa dan Amerika, bahwa virus corona/covid-19 memiliki kemiripan dengan virus influenza, menyerang saluran pernafasan bagian atas dan bawah. 

Jika ini yang terjadi, peluang untuk melawan virus corona/covid-19 terbuka dan harapan untuk sembuh dan terbebas dari serangan virus cotrona/covid-19 masih ada. Virus influenza dapat dihambat dengan antiviral oseltamivir (TamiFlu), Zanamivir (Relenza), Baloxavir marboxil (Xofluza), antiviral efektif 48 jam psaca terjadi infeksi, aman diberikan pada anak-anak, remaja maupun lansia.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x