Mohon tunggu...
Muslimah Peradaban
Muslimah Peradaban Mohon Tunggu... Analisis

Pengamat dan Penganalisis isu dari sudut pandang Islam.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Cara Mengembalikan Islam Kepangkuan Kaum Muslim

17 Desember 2018   21:59 Diperbarui: 17 Desember 2018   22:33 0 1 0 Mohon Tunggu...

Dengan melihat antusias umat muslim dalam kehadirannya di reuni 212, yang terhimpun belasan juta umat Islam, ini menunjukkan satu hal yang menggembirakan yakni bersatunya umat Islam. Saat itu tumpah ruah di Ibukota Jakarta, tepatnya di kawasan Tugu Monas dan sekitarnya.

Mereka berasal dari berbagai daerah, kota, partai, organisasi, mazhab, suku, dan lain-lain.

Mereka semua berkumpul dengan satu tujuan yakni membela Islam. Dalam acara ini ada pesan pidato yang mengharukan yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab yang isinya sebagai berikut :

Pertama, kita tidak boleh tinggal diam jika ada aliran sesat atau penodaan agama secara masif yang pelakunya dilindungi oleh rezim.

Kedua, kita tidak boleh tinggal diam dalam kesulitan dan ketidakadilan yang meruntuhkan sendi-sendi penegakan hukum secara keji dan jahat sehingga rezim bebas melanggar hukum

Ketiga, kita tidak boleh membiarkan penghalalan ekonomi neolib berdasarkan sistem utang ribawi yang telah mengundang penjajah asing yang kejam dan ganas serta bengis meraup harta rakyat

Keempat, kita tidak boleh membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan seperti perdukunan korupsi narkoba miras judi pornography, pornoaksi, prostitusi dan LGBT sehingga merusak generasi muda bangsa sekaligus mengundang bencana dimana-mana. Islampos.com

Dengan melihat, mendengar dan menyaksikan persatuan umat muslim kaum munafik merasa kebakaran jenggot mereka khawatir persatuan umat menjelma menjadi sebuah kekuatan besar yang bisa mengancam rezim dan sistem sekuler.

 Umat wajib bersatu

persatuan umat Islam adalah wajib, sebaliknya berpecah-belah adalah haram seperti firman Allah dalam surat Al Imron ayat 103 yang artinya

" Berpegang teguhlah Kalian semua pada tali ajaran Allah dan janganlah bercerai berai".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2