Mohon tunggu...
M. Saiful Kalam
M. Saiful Kalam Mohon Tunggu... Penulis - Pelajar

Menulis yang terbaik saja

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Siapa Teman yang Patut Dipertahankan?

3 September 2021   07:46 Diperbarui: 3 September 2021   07:44 117 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Siapa Teman yang Patut Dipertahankan?
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Siapa Teman yang Patut Dipertahankan?

by: M. Saiful Kalam

     (cerita ini dibuat oleh pandangan penulis dan ceirta dari beberapa teman-teman, pasnya saat sharing dan cerita di satu meja, alias ngopi. Happy reciting.) 

     Tulisan ini enggak bermaksud memecah-belah pertemanan ya. Penulis tetap memegang prinsip yang diajarkan oleh para pendahulu kita, Nabi Muhammad, yaitu ajaran beliau yang mengatakan, 

     "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi," (HR. Bukhari-Muslim)

     Dan, kalimat itu benar adanya dan penulis alami langsung. Saat itu, penulis pernah istilah memutuskan untuk tidak tegur sapa dan berkomunikasi dengan penulis. Hasilnya, beberapa urusan penulis kayak dipersulit begitu saja. Baru ketika penulis berusaha untuk membuka diri dan menjalin silaturahmi lagi akhirnya urusan entah kenapa itu menjadi mudah begitu saja. 

    Lanjut ke pembahasan awal, bahwa circle pertemanan itu sangat mempengaruhi prestasi baik saat kita belajar atau bekerja. Ambil contoh, penulis pernah saat kelas 3 SMA, berusaha untuk duduk disatu meja yang anaknya itu rangking suasana. Akhirnya, yang terbawa adalah suasana bersaing dan ingin menjadi yang terbaik. 

     Bahkan, apa pepatah yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang itu bisa dilihat dari teman sekitarnya. Apakah itu benar? Benar ternyata. Lantas, apakah salah bila kita berteman dengan teman dalam notabene 'toxic'? Tentu tidak. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Kalau menjauhi mereka, tentu kita sudah salah. Sebab, itu bertentangan dengan prinsip di paragraf awal tadi tentang keutamaan silaturahmi. 

     Lantad apa yang harus dilakukan, kita harus memfilter teman berdasarkan cita-cita dan pandangan kita. 

     Tipe yang pertama begini, 

ada teman yang sukanya menggosip tiada henti, tapi kalau masalah loyal ke teman jangan diragukan. Tapi sayang, mereka tidak sepandangan dengan kita. Dan kalau ngobrol ya topiknya itu-itu aja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan