Mohon tunggu...
muhammad sadji
muhammad sadji Mohon Tunggu... Lainnya - pensiunan yang selalu ingin aktif berliterasi

menulis untuk tetap mengasah otak

Selanjutnya

Tutup

Trip

Candi Borobudur Sebaiknya Jangan Diinjak

20 Juni 2022   22:06 Diperbarui: 20 Juni 2022   22:11 174 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Jerman berkunjung ke Borobudur. Sumber: Getty Images via Bernd von Jutrczenka

       Almarhum Dr. Nurcholis Madjid yang dikenal sebagai cendekiawan muslim Indonesia pada jamannya, pernah memberikan ceramah agama di Kantor Pusat Pertamina. Dia antaralain mengutip pendapat Menteri Pendidikan Amerika Serikat yang menyatakan, bahwa apabila suatu kaum menjalankan agamanya dengan baik, akan mampu menciptakan karya besar dan menakjubkan. Contohnya, piramida di Mesir yang rumit itu dan karya monumental lainnya oleh umat berbagai agama di dunia. Nurcholis Madjid juga menggambarkan karya nenek moyang kita yang pernah membangun Candi Borobudur yang diakui Unesco sebagai keajaiban kebudayaan dan peradaban dunia. Kalau didalami pada masa sekarang, betapa rumitnya karya leluhur kita itu. Dari berbagai sudut ilmu dan pengetahuan, karya pembuatan Candi Borobudur sangat menakjubkan dan membanggakan. Candi Buddha terbesar di dunia ini dibangun berdasarkan filosofi dan daya pikir yang sangat cerdas, luhur dan rumit. Dibangun pada masa Wangsa Syailendra antara tahun 780 M -- 840 M (tetapi literatur lain menyebut mulai 750 M dan selesai pada tahun 825 M). Raja Samaratungga pada masa Kerajaan Mataram Kuno, yang merupakan pelopor pembangunan candi dengan bentuk bangunan yang disusun menggunakan batu andesit dan diperkirakan berasal dari sungai-sungai di sekitar Borobudur. Volume keseluruhan diperhitungkan sekitar 55.000 meter kubik atau sekitar 2.000.000 potong batu. Coba kita bayangkan,  bagaimana pendahulu kita bekerja waktu itu, penuh misteri, dengan apa ya alat angkutnya pada abad itu.

       Diarsiteki oleh Gunadarma, candi ini dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha Mahayana. Memiliki ukuran fisik panjang 121,66 meter, lebar 121,38 meter dan tinggi 35,40 meter. Bentuk struktur seperti punden berundak yang semakin ke atas semakin mengerucut dengan 4 buah tangga yang terdapat di setiap sisi mataangin (Timur, Selatan, Barat dan Utara). Candi Borobudur dibangun penuh dengan filosofi agama Buddha, yang merupakan tiruan alam semesta yang terdiri dari tiga tingkatan secara vertikal, yaitu ;

Kamadhatu, merupakan bagian bawah candi yang melambangkan alam bawah, menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi (tempat manusia biasa).

Rupadhatu, adalah bagian tengah candi yang melambangkan alam antara, menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan nafsu duniawi, akan tetapi masih terikat oleh dunia nyata.

Arupadhatu, merupakan bagian atas candi yang melambangkan alam atas, yang dilukiskan sebagai tempat para dewa. Simbol dari unsur tak berwujud dan sebagai tanda tingkatan yang telah meninggalkan nafsu duniawi.

       Bangunan Candi Borobudur pertamakali ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles dan berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835. Peninggalan nenek moyang kita ini sangat monumental yang niatnya dibangun sebagai tempat pemujaan Buddha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan serta kebijaksanaan menurut Buddha. Sebagai karya seni dan budaya, serta karya arsitektur yang didasari atas iman, warisan nenek moyang kita itu wajib kita jaga kelestariannya. Pemimpin sejumlah negara dan pesohor dunia, banyak yang telah mengunjungi candi raksasa itu. Tercatat, Charlie Chaplin komedian Hollywood berkunjung pada tahun 1932 dan  tokoh revolusi Cuba Che Guevara pada tahun 1959. Lalu, Perdana Menteri Canada (1968-1983) Pierre Trudeau juga sempat mengunjungi sebagai tamu negara, Pangeran Charles (Putera Mahkota Britania Raya) berkunjung pada tahun 1989 yang  kemudian diikuti David Beckham (pesepakbola Inggris) pada tahun 2007. Pengunjung ternama lainnya, aktor Richard Gere (2011), petenis Maria Sharapova (2012), Pangeran dan Putri Norwegia (2012). Berikutnya, pendiri Facebook Mark Zuckerberg (2014), Putri Thailand Maha Chakri Sirindhorn (2016), mantan Presiden Ukraina Petro Poroschenko (2016) dan mantan Presiden ke 44 Amerika Serikat Barack Obama pada tahun 2017 yang lalu.

       Yang terakhir, Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier, mengunjungi Candi Borobudur pada tanggal 17 Juni 2022, antaralain untuk melihat langsung laboratorium fisik serta meninjau ruangan arsip Memory of the World (MoW). Pemerintah Jerman berperan memberikan bantuan tenaga ahli (expert) pengelolaan arsip pemugaran Candi Borobudur sampai akhirnya mendapatkan predikat sebagai "Ingatan Dunia atau Memory of the World". Oleh karena itu selayaknya Candi Borobudur tidak boleh diinjak-injak. Mungkin perlu dibuat kereta layang bagi para pengunjung yang mengitari candi disertai penjelasan dalam berbagai bahasa mengenai sejarah Borobudur. Dengan begitu, diharapkan kita bisa menjaga kelestarian candi dan sekaligus menghargai karya besar pendahulu yang bisa mendatangkan devisa selamanya. Syukur apabila Indonesia mampu meyakinkan dan mempromosikan perayaan Waisak dunia dipusatkan di Borobudur. Apabila berhasil, kelak kita akan kebanjiran umat Buddha dari Tibet, India, Thailand, Jepang, Sri Lanka, Malaysia dan Singapura. Dan yang utama, dengan umat Islam Indonesia yang berkualitas dan terbesar di dunia, mampu menjadi tuan rumah yang baik dan ramah.*****

referensi: berbagai sumber

Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan