Mohon tunggu...
Muhammad Afif Effendi
Muhammad Afif Effendi Mohon Tunggu... -

Ingin selalu belajar, dan mulai menjadi penulis lepas. :)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Mak, Belikan Aku Kelinci

4 Maret 2016   04:51 Diperbarui: 4 Maret 2016   04:54 38
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

“Halo, Malik.” 

Mataku langsung takjub dengan sorot mata penyapaku. Bagaimana dia bisa mengenalku? 

“Namamu Malik, kan?” 

“Iya, namaku Malik,” masih tersisa rasa takjub, “kok kamu bisa tahu namaku?” 

“Iya.”  

Mata penyapaku mengerucut. Ketakutan. Atau mungkin malas dengan keramaian. Sama, aku juga benci dengan keramaian Pasar Malam ini. Apa pula yang dicari orang-orang ini?! Mengotori kampungku! 

“Kamu mau, kan, berteman denganku?” si pemilik suara bertanya. 

Retina mata miliknya membesar dan mengecil menatap tajam ke retinaku. Entahlah, kata artis dalam film yang kutonton di TV, itu bisa berarti bohong atau takut. Dari sekian persentase tebakanku, penyapaku ini ketakutan. 

“Aku pulang dulu, ya,” tak bisa kutahan lagi menguap. Malam sudah larut. Pasti Emak akan marah kalau aku pulang lebih telat.  

Mata penyapaku kembali mengerucut dan membesar. Ketakutan.  

“Jangan pergi.” 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun